Komunikasi
1.KOMUNIKASI
A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan, atau diartikan pula sebagai saling tukar-menukar pendapat. Komunikasi dapat juga diartikan hubungan kontak antar manusia, baik individu maupun kelompok.
2. Komunikasi efektif dan hubungan antar manusia
3. Mendengar aktif dan bertanya efektif
Pengertian Mendengar Aktif
Mendengar aktif adalah suatu keterampilan dasar kemunikasi bagi bidan untuk menghimpun informasi sebanyaknya untuk menegakkan diagnosa dengan baik dan memberikan umpan balik / merefleksi isi ucapan dan perasaan klien.
Tujuan mendengar aktif
1. Mendorong klien untuk berbicara.
2. Menunjukkan minat dan perhatian kita terhadap klien.
3. Memberi arahan percakapan terhadap klien.
4. Meningkatkan kesadaran konselor terhadap perasaan klien.
5. Untuk memperoleh informasi.
6. Memberi suatu arahan percakapan terhadap klien.
Teknik mendengar aktif
1. mendengar pasif (diam), dilakukan jika klien sedang menceritakan masalah nya : contohnya mengebu gebu dalam menceritakan masalahnya dengan ekspresi kesal dan sedih, bercerita tidak henti hentinya.
2. Memberi tanda perhatian verbal dan non verbal dilakukan sewaktu klien berbicara panjang tentang peristiwa yang terjadi pada dirinya contohnya hmm,ya, lalu, oh begitu, terus atau sekali mengangguk. 3. Membuka pembicaraan, undang untuk beerbicara ( mengajukan pertanyaan untuk mendalami dan klarifikasi) contohnya mengajukan pertanyaan dilakukan apabila konslor belum puas dengan jawaban yang diberikan klien.
4. Mendengar aktif, yaitu memberikan umpan balik / refleksi isi ucapan dan perasaan yaitu merangkum, merefleksikan isi ucapan.
Prinsip mendengar aktif
1. Menerima orang lain apa adanya.
2. Menghargai perasaan orang lain.
3. Toleransi terhadap keanehan orang lain, dengan cara konsentrasi pada isi bukan cara bicaranya.
4. Perhatian penuh dan terpusat kepada pasien dan pandangan sesekali menatap wajah pasien dalam batas wajar.
5. Mendengarkan segala sesuatu yang di kemukakan oleh pasien, memperhatikan perasaaan dan perilakunya.
6. Duduk menghadap klien dengan nyaman, menghindari gerakan yang mengangggu.
7. Melakukan pengulangan / refleksi supaya ada pemahaman.
Faktor penghambat mendengar aktif
1. Sikap mendengar acuh tak acuh, tidak ada kontak mata.
2. Kegagalan mengikuti orang lain berbicara (interupsi dini).
3. Mulai berbicara cerita anda sendiri (bedakan dengan membuka diri).
4. Kehilangan pikiran sejenak.
5. Bereaksi secara impulsive (tuhan ampun deh).
6. Memberikan nasehat sangat awal.
7. Memberikan nilai 8. Mengekspresikan asumsi diri pada pasien.
Teknik bertanya efektif
1. Gunakan intonasi suara yang menunjukan perhatian, minat dan keakrapan. Jangan terlalu cepat / lambat atau terlalu keras atau lemah.
2. Gunakan kata kata yang dipahami klien, karna bahasa bahasa ilmiah yang tidak dipahami klien tidak akan bisa terjawab atau bahkan menyebakan salah arti.
3. Ajukan pertanyaan pertanyaan satu persatu. Jangan mengejukan beberapa pertanyaan sekaligus karna ini tidak efektif
4. Tunggu jawaban dengan penuh minat jangan memotong biarkan klien menyelesaikan kalimatnya karna pemotongan ditengeh kalimat bisa menimbulkan salah presepsi.
5. Gunakan kata kata yang mendorong klien untuk tetap bicara (bagaimana ?,dan, lalu,maksudnya?) 6. Bila harus menanyakan hal yang sangat pribadi, jelaskan mengapa hal itu harus ditanya.
7. Hindari penggunaan tanda “mengapa”karna kemungkinan klien dapat merasa disalahkan.
Manfaat bertanya efektif
1. Membuat orang yang anda ajak bicara memahami / mencoba memahami.
2. Mendorong seseorang untuk cerita seperti dialami benar benar.
3. Memperjelas pecakapan antara anda sebagai pendengar dan pembicara.
4. Memberikan penjelasan untuk menceritakan hal hal yang ingin diceritakannya.
5. Mecegah pembuatan kesimpulan secera terburu buru.
4.Pengambilan keputusan dalam klien dalam pelayanan asuhan kebidanan
1. Kelompok
primer dan skunder
0) agar setiap kelompok dapat bertahan hidup,tumbuh dan berkembang,maka ia harus mempunyai tipe-tipe aktivitas yang pasti dan harus dapat menjaga “sentiment anggota atas
A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan, atau diartikan pula sebagai saling tukar-menukar pendapat. Komunikasi dapat juga diartikan hubungan kontak antar manusia, baik individu maupun kelompok.
UNSUR-UNSUR
KOMUNIKASI
Dapat diuraikan
mengenai unsur-unsur komunikasi sebagai berikut:
Sumber
Komunikator
Pesan
Channel
(Saluran)
Feed
Back (umpan balik)
KOMPONEN
KOMPONEN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
Komunikasi
Verbal
Adalah komunikasi yang
menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tertulis. Melalui kata-kata,
perasaan, emosi, pemikiran, gagasan dll bisa di ungkapkan. Bahasa verbal
merupakan sarana utama untuk menyatakan perasaan, pikiran, dan maksud kita.
Komunikasi verbal menyangkut beberapa aspek, yakni: vocabulary (perbendaraan kata), racing
(kecepatan), intonasi suara, humor, singkat dan jelas, timing (waktu).
a. vocabulary
(perbendaraan kata)
komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan
dengan kata-kata yang tidak dimengerti. Olah kata menjadi penting dalam
berkomunikasi verbal ini. Pergaulan, wawasan dan membaca sangat membantu
seseorang dalam memperbanyak vocabulary tersebut.
b. racing (kecepatan)
komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila
kecepatan bicara dapat diattur dengan baik. Kecepatan dalam berkomunikasi yang
baik adalah tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat.
c. Intonasi
suara
Intonasi atau penekanan suara pada saat berkomunikasi
akan mempengaruhi arti pesan secara dramatic sehingga pesan akan menjadi lain
artinya bila di ucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang
tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi. Ras suku dan tempat
kelahiran atau domisili seseorang akan sangat berpengaruh terhadap intonasi
suara saat seseorang tersebut berkomunikasi. Misalnya, orang yang berasal dari
Tapanuli atau Batak, Toraja, Ambon akan berbeda dengan mereka yang berasal dari
Solo, Yogyakarta, atau lainnya dalam berkomunikasi.
d. Humor
Komunikasi yang datar dan kurang berdaya humor
menimbulkan kesan kaku pada seseorang saat berkomunikasi. Komunikasi yang
diselingi dengan humor dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Para ahli
memberikan cacatan bahwa kounikasi dapat merupakan terapi karena dapat
menimbulkan tawa bagi pendengarnya.
e. Singkat
dan Jelas
Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara
jelas dan singkat. Sebaiknya pembicaraan langsung pada pokok pembicaraannya
sehingga lebih mudah untuk dimengerti. Pembicaraan yang bertele-tele dan tak
langsung kepokok permasalahan sering menimbulkan perasaan jenuh dan kadang
tidak menarik. Tetapi, walaupun demikian pada saat-saat tertentu pembicaraan
juga perlu penguraian, memerlukan waktu untuk pemahaman dan mengkondisikan
orang untuk penasaran menantikan kalimat berikutnya. Misalnya, dalam
menyampaikan kabar gembira, pengumuman lomba, menyampaikan hal yang pelik dan
menyedihkan, serta penyampaian pada orang yang dalam keadaan sakit.
f. timing
(waktu)
meminta
kesediaan atau waktu yang khusus dapat menimbulkan kenyamanan dalam
berkomunikasi dibandingkan dengan melakukan komunikasi di tengah kesibukan
seperti pagi hari dan saat waktunya istirahat atau tidur. Dengan menyesuaikan
waktu yang tepat saat menyampaikan informasi atau berkomunikasi orang yang
menerima informasi akan lebih mendengarkan atau memperhatikan apa yang
disampaikan.
Komunikasi
Non Verbal
Adalah komunikasi yang tidak menggunakan bahasa secara langsung.Menurut
Albert Mehrabian psikolog sekaligus pakar komunikasi Amerika menyebutkan bahwa
suara dan gerak tubuh merupakan unsur yang sangat penting dalam berbicara.
Suara gerak tubuh dapat membuat perbedaan besar terhadap isi ucapan yang sama.
Untuk berbicara dengan baik, unsur nonverbal seperti gerak tubuh harus
diterapkan dengan baik. berikut adalah lima unsure non verbal yang sangat
berguna:
1.
Penampilan yang baik
seseorang menilai lawan bicaranya dalam waktu
yang sangat singkat sehingga kita harus memiliki penampilan yang berkesan.
Perhatikan mulai dari gaya rambut begitu juga dengan pakaian. Gunakan pakaian
dengan gaya yang baik dalam setiap pertemuan, wawancara, dan presentasi.
2.
Selalu tersenyum
Senyum
memiliki daya untuk membuat hati yang melihatnya menjadi gembira dan akan
merambat kepada banyak orang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, biasakanlah
diri untuk sering tersenyum.
3.
Pupil mata yang
membesar dan tatapan yang stabil
Mata adalah jendela hati. Lewat mata kita bisa
menyampaikan isi hati dan membaca hati orang lain walaupun tanpa kata-kata.
Biasanya pupil mata akan membesar saat kita merasakan kebaikan lawan bicara dan
mengecil jika tidak. Tatapan yang stabil saat mengobrol juga sama pentingnya.
Siapa yang mau mendengarkan orang yang berbicara dengan mata tidak terfokus
atau menatap keluar pintu dan atap? Pendengar juga perlu merasa bahwa orang
yang sedang berbicara dengannya tertarik kepadanya. Dengan demikian, ia
menyimak ucapan orang tersebut.
4.
Sikap percaya diri
Saat berbicara, tubuh harus tegak dan penuh percaya
diri. Jika anda sudah terbiasa memiliki sikap tubuh yang kurang baik, maka hal
ini harus segera diperbaiki.
5.
Gestur yang tepat
Gestur
tangan memberikan banyak makna bagi lawan bicara. Misalnya, tangan yang
mengepal untuk menunjukkan maksud yang kuat atau tangan yang bergerak kesegala
arah untuk mengarahkan pandangan. Gestur tangan yang baik biasanya
memperlihatkan telapak tangan dan bergerak kedalam keluar. Rajin berlatih di
depan kaca akan membuat anda menemukan gestur yang tepat dan terbiasa
menggunakan nya.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi
pada umumnya ialah kemungkinan berbagai hambatan yang dapat timbul. Oleh karena
itu perlu diketahui hambatan-hambatan tersebut, yaitu:
1. Kebisingan
2. Keadaan
psikologis komunikan
3. Keadaaan
komunikator dan komunikan
4. Kesalahan
penilaian oleh komunikator
5. Kurangnya
pengetahuan komunikator atau komunikan
6. Bahasa
7. Isi
pesan berlebihan
8. Bersifat
satu arah
9. Factor
teknis
10. Kepentingan
atau interest
11. Prasangka
12. Cara
penyajian yang verbalitis atau sebagainya
BENTUK–BENTUK
KOMUNIKASI
Komunikasi dapat kita
golongkan dalam empat jenis yakni komunikasi massa,interpersonal,intrapersonal, dan kelompok.
1. Komunikasi
massa
Komunikasi yang menggunakan media massa. Massa
adalah kumpulan orang-orang yang
hubungan antarsosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu.
Komunikasi massa sangat efisien karena menjangkau daerah yang luas dan audiensi
yang praktis tidak terbatas tapi kurang efektif dalam pembentukan sifat persona
karena tidak dapat langsung diterima oleh massa.
2. Komunikasi
interpersonal
Proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang,
berupa pengolahan informasi melalui panca indra dan system syaraf.
Contoh: berpikir, merenung, menggambar, menulis
sesuatu, dll.
3. Komunikasi
intrapersonal
Kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung
antara seseorang dengan orang lainnya.
Contoh: percakapan tatap muka, korespondensi
(komunikasi melalui surat), percakapan melalui telepon, dll.
4. Komunikasi
kelompok
Komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu.
Kelompok tertentu adalah suatu kumpulan manusia yang mempunyai antar dan antara
hubungan social yang nyata dan memperlihatkan struktur ynag nyata pula.
Bentuk-bentuk
komunikasi kelompok adalah: Ceramah,briefing, penyuluhan, dll.
2. Komunikasi efektif dan hubungan antar manusia
A.KOMUNIKASI
EFEKTIF
a.Pengertian komunikasi efektif
menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp
dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa
komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling
tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi.
Komunikasi yang lebih efektif terjadi
apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial
yang baik pula.
Komunikasi efektif terjadi apabila
sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau
sama oleh komunikan sehingga tidak terjadi persepsi (salah paham)
Langkah-langkah membangun komunikasi yang efektif
1. bertanya
2. mendengarkan
3. mengulang
4. klarifikasi
5. refleksi
6. memfokuskan
7. diam (ketenangan dijaga)
8. memberi informasi
9. menyimpulkan
.HUBUNGAN
ANTAR MANUSIA
a.pengertian antar manusia
Hubungan antar manusia satu samalain
bersifat action orionted mengandung unsur kejiwaan yang mendalam untuk merubah
sikap, pendapat, dan perilaku seseorang. Hubungan antar manusia mempunyai dua
pengertian yaitu :
1. hubungan antar manusia dalam arti
luas adalah interaksi antara sesorang dengan oranglain dalam segala situasi
disemua bidang kehidupan
2. hubungan antar manusia dalamarti
sempit adalah interaksi antar seseorang dengan semua orang lain dalam situasi
kerja dan dalam organisasi kekaryaan.
b.Tujuan antar hubungan manusia
1. menemukan diri sendiri
2.menemukan dunia luar
3.membentuk dan memelihara hubungan
yang bermakna dengan orang lain
4.mengubah sikap dan perilaku
sendiri dan orang lain
5.bermain dan hiburan
6.memberikan bantuan
c.Teknik-teknik hubungan antar
pribadi
Hubungan
pribadi adalah hubungan yang melibatkan perasaan antara dua individu atau lebih. Ini dapat dibagi menjadi
beberapa jenis tapi dalam kontek ini kita hanya menyentuh tentang hubungan
antara pribadi karena hubungan jenis ini adalah lebih intim dibandingkan dengan
jenis hubungan yang lain.
teknik
pengembangan kesadaran diri ini diperoleh melalui tiga cara, yaitu;
1.Tindakan sosial
Menurut Max Weber, tindakan sosial adalah tindakan seseorang individu yang dapat mempengaruhi individu lain di masyarakat. atindakan sosial dibagi menjadi :(1) Tindakan rasional instrumental, yaitu tindakan yang memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan atau antara efesiensi dengan efektivitas. (2) Tindakan rasional berprestasi nilai, yaitu tindakan yang berkaitan dengan nilai dasar dalam masyarakat. (3) Tindakan tradisional, yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan adat istiadat atau kebiasaan. (4) Tindakan efektif, yaitu tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok berdasarkan perasaan atau emosi.
2. Kontak sosial
Kontak sosial adalah hubungan antara suatu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial. Kontank sosial dibedakan menjadi : (1) cara pihak yang berkomunikasi baik langsung maupun tidak langsung. (2) Cara terjadinya, yaitu kontak primer maupun kontak skunder.
3. Komunikasi sosial
Proses komunikasi terjadi saat kontak sosial berlangsung.Secara harfiah komunikasi merupakan hubungan atau pergaulan dengan orang lain.
4. Teori hubungan antar manusia
Kualitas hubungan antar manusia ditentukan oleh model individu dalam menerapkannya.Teori (model) dan kuaklitas hubungan antar manusia digolongkan menjadi tiga yaitu : (1) Teori transaksional merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkai dan masing-masing personalnya bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan. Kaidah dan teori transaksional selalu dikaitkan dengan hubungan antar manusia yang harus didasarkan pada pertimbangan untung dan rugi (2) Teori peran, merupakan teori yang lebih menekankan pada suatu pergaulan sosial denngan skenario yang sudah disusun di masyarakat. Setiap hubungan antar manusia diatur oleh tekanan kehidupan yang ada di masyarakat dan masyarakat tersebut mengatur bagaimana setiap manusia harus berperan dalam pergaulan sehari-hari.Teori peran mempertimbangkan keselarasan (harmonisasi) dalam kehidupan sehari-hari.Apabila manusia sebagai individu dapat mengetahui tatanan tersebut, maka kehidupannya akan menujun pada suatu keadaan yang harmonis.Sebaliknya, apabila menyalahi atau tidak sesuai,maka akan dicemooh.(3) Teori permainan, yaitu teori yang memperhatikan fase manusia sepanjang siklus kehidupannya, dimulai sejak masa kanak-kanak, dewasa,sampai tua.Pada masa kanak-kanak,hubungan cenderung bersifat manja.Pada masa dewasa, pergaulan atau hubungan antar manusia menjadi suatu kesadaran, tanggung jawab, dan lugas. Dimasa ini manusia akan menyadari akibat dan resiko dari suatu hubungan sedangkan pada masa tua manusia akan memaklumi kesalahan orang lain dan hubungan diartikan sebagai suatu perasaan saling menyayangi.
Menurut Max Weber, tindakan sosial adalah tindakan seseorang individu yang dapat mempengaruhi individu lain di masyarakat. atindakan sosial dibagi menjadi :(1) Tindakan rasional instrumental, yaitu tindakan yang memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan atau antara efesiensi dengan efektivitas. (2) Tindakan rasional berprestasi nilai, yaitu tindakan yang berkaitan dengan nilai dasar dalam masyarakat. (3) Tindakan tradisional, yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan adat istiadat atau kebiasaan. (4) Tindakan efektif, yaitu tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok berdasarkan perasaan atau emosi.
2. Kontak sosial
Kontak sosial adalah hubungan antara suatu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial. Kontank sosial dibedakan menjadi : (1) cara pihak yang berkomunikasi baik langsung maupun tidak langsung. (2) Cara terjadinya, yaitu kontak primer maupun kontak skunder.
3. Komunikasi sosial
Proses komunikasi terjadi saat kontak sosial berlangsung.Secara harfiah komunikasi merupakan hubungan atau pergaulan dengan orang lain.
4. Teori hubungan antar manusia
Kualitas hubungan antar manusia ditentukan oleh model individu dalam menerapkannya.Teori (model) dan kuaklitas hubungan antar manusia digolongkan menjadi tiga yaitu : (1) Teori transaksional merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkai dan masing-masing personalnya bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan. Kaidah dan teori transaksional selalu dikaitkan dengan hubungan antar manusia yang harus didasarkan pada pertimbangan untung dan rugi (2) Teori peran, merupakan teori yang lebih menekankan pada suatu pergaulan sosial denngan skenario yang sudah disusun di masyarakat. Setiap hubungan antar manusia diatur oleh tekanan kehidupan yang ada di masyarakat dan masyarakat tersebut mengatur bagaimana setiap manusia harus berperan dalam pergaulan sehari-hari.Teori peran mempertimbangkan keselarasan (harmonisasi) dalam kehidupan sehari-hari.Apabila manusia sebagai individu dapat mengetahui tatanan tersebut, maka kehidupannya akan menujun pada suatu keadaan yang harmonis.Sebaliknya, apabila menyalahi atau tidak sesuai,maka akan dicemooh.(3) Teori permainan, yaitu teori yang memperhatikan fase manusia sepanjang siklus kehidupannya, dimulai sejak masa kanak-kanak, dewasa,sampai tua.Pada masa kanak-kanak,hubungan cenderung bersifat manja.Pada masa dewasa, pergaulan atau hubungan antar manusia menjadi suatu kesadaran, tanggung jawab, dan lugas. Dimasa ini manusia akan menyadari akibat dan resiko dari suatu hubungan sedangkan pada masa tua manusia akan memaklumi kesalahan orang lain dan hubungan diartikan sebagai suatu perasaan saling menyayangi.
d.Teori Johary Windows
Teori ini merupakan teori yang
mengungkapkan tentang tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran mengenai diri
kita. Johary Windows digambarkan sebagai segi empat dengan garis tengah yang
membelah jendela menjadi dua bagian. Bagian atas menunjukkan bagian diri kita
yang diketahui oleh oranglain disebut public self, sedangkan bagian bawah
menggambarkan aspek diri kita yang tidak diketahui oleh orang lain disebut
sebagai private self.
Bila jendela dibelah kebawah sebelah kiri adalah
aspek diri yang kita ketahui, dan sebelah kanan adalah aspek yang tidak
diketahui. Jika kedua jendela digabung, maka Johary Windows menjadi lengkap.
Lalu tiap kamar dimasukkan konsep-konsep terbuka (open), buta (blind), tersembunyi
Tipe-tipe
manusia
1.
Sanguinis
Orang dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko. Selain itu, tipe sanguin biasanya lemah dalam menoleransi kebosanan, serta akan mencari variasi dan hiburan. Secara alami, sifat ini kadang-kadang negatif dalam memengaruhi hubungan percintaan dan lainnya. Karena kepribadian ini berperilaku mencari kesenangan, banyak orang dengan kepribadian sanguinis cenderung berjuang dengan kecanduan (ingin suatu hal dengan terus-menerus). Orang sanguin juga dikenal sangat kreatif dan bisa menjadi seniman serta penghibur yang hebat dan akan berhasil jika memilih karier di industri hiburan. Kemampuan alami orang sanguinis sangat cocok jika memilih pekerjaan yang berhubungan dengan marketing, travel, fashion, memasak/kuliner, atau olahraga.
Orang dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko. Selain itu, tipe sanguin biasanya lemah dalam menoleransi kebosanan, serta akan mencari variasi dan hiburan. Secara alami, sifat ini kadang-kadang negatif dalam memengaruhi hubungan percintaan dan lainnya. Karena kepribadian ini berperilaku mencari kesenangan, banyak orang dengan kepribadian sanguinis cenderung berjuang dengan kecanduan (ingin suatu hal dengan terus-menerus). Orang sanguin juga dikenal sangat kreatif dan bisa menjadi seniman serta penghibur yang hebat dan akan berhasil jika memilih karier di industri hiburan. Kemampuan alami orang sanguinis sangat cocok jika memilih pekerjaan yang berhubungan dengan marketing, travel, fashion, memasak/kuliner, atau olahraga.
2. Plegmatis
Seseorang dengan kepribadian plegmatis biasanya adalah orang-orang yang cinta damai. Tipe ini biasanya mencari keharmonisan antar-pribadi dan hubungan dekat yang membuat orang-orang plegmatis menjadi pasangan yang setia dan orang tua yang penuh kasih. Orang-orang plegmatis suka menjaga hubungan dengan teman-teman lama, anggota keluarga yang jauh, dan tetangga. Dalam hal kepribadian, tipe plegmatis cenderung menghindari konflik dan selalu berusaha menengahi orang lain untuk memulihkan perdamaian dan harmoni. Plegmatis juga sangat suka beramal dan membantu orang lain. Karier yang ideal untuk tipe kepribadian plegmatis antara lain perawat, guru, psikolog, konseling, atau layanan sosial
Seseorang dengan kepribadian plegmatis biasanya adalah orang-orang yang cinta damai. Tipe ini biasanya mencari keharmonisan antar-pribadi dan hubungan dekat yang membuat orang-orang plegmatis menjadi pasangan yang setia dan orang tua yang penuh kasih. Orang-orang plegmatis suka menjaga hubungan dengan teman-teman lama, anggota keluarga yang jauh, dan tetangga. Dalam hal kepribadian, tipe plegmatis cenderung menghindari konflik dan selalu berusaha menengahi orang lain untuk memulihkan perdamaian dan harmoni. Plegmatis juga sangat suka beramal dan membantu orang lain. Karier yang ideal untuk tipe kepribadian plegmatis antara lain perawat, guru, psikolog, konseling, atau layanan sosial
3.
Koleris
Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan. Orang yang koleris terkenal sangat cerdas, analitis, dan logis, sangat praktis dan langsung, tetapi tipe ini tidak harus menjadi teman baik atau orang yang ramah. Seorang koleris tidak menyukai pembicaraan singkat dan menikmati percakapan yang mendalam dan bermakna. Mereka lebih suka sendirian daripada di perusahaan dengan orang berkepribadian lemah. Idealnya, tipe ini suka menghabiskan waktu bersama orang-orang yang memiliki minat profesional yang serupa. Pekerjaan ideal untuk seorang koleris terkait dengan industri tentang pengelolaan, teknologi, statistik, teknik, pemrograman
Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan. Orang yang koleris terkenal sangat cerdas, analitis, dan logis, sangat praktis dan langsung, tetapi tipe ini tidak harus menjadi teman baik atau orang yang ramah. Seorang koleris tidak menyukai pembicaraan singkat dan menikmati percakapan yang mendalam dan bermakna. Mereka lebih suka sendirian daripada di perusahaan dengan orang berkepribadian lemah. Idealnya, tipe ini suka menghabiskan waktu bersama orang-orang yang memiliki minat profesional yang serupa. Pekerjaan ideal untuk seorang koleris terkait dengan industri tentang pengelolaan, teknologi, statistik, teknik, pemrograman
4. Melankolis
Orang-orang dengan kepribadian melankolis menyukai tradisi. Misalnya wanita memasak untuk laki-laki, laki-laki membuka pintu bagi wanita. Tipe melankolis rata-rata mencintai keluarga dan teman-temannya, tidak seperti orang-orang sanguinis. Melankolis tidak suka mencari hal-hal baru dan petualangan dan bahkan cenderung akan sangat menghindarinya. Seseorang dengan kepribadian melankolis tidak mungkin menikah dengan orang asing atau meninggalkan tanah airnya ke negara lain. Orang yang melankolis juga dikenal sangat sosial dan berupaya berkontribusi pada komunitas, sangat teliti dan akurat. Tipe ini adalah manajer yang fantastis dengan kepribadian yang baik. Karier yang sempurna untuk tipe kepribadian melankolis antara lain dalam bidang pengelolaan/ manajemen, akuntansi, pekerjaan social, atau bagian administrasi.
Orang-orang dengan kepribadian melankolis menyukai tradisi. Misalnya wanita memasak untuk laki-laki, laki-laki membuka pintu bagi wanita. Tipe melankolis rata-rata mencintai keluarga dan teman-temannya, tidak seperti orang-orang sanguinis. Melankolis tidak suka mencari hal-hal baru dan petualangan dan bahkan cenderung akan sangat menghindarinya. Seseorang dengan kepribadian melankolis tidak mungkin menikah dengan orang asing atau meninggalkan tanah airnya ke negara lain. Orang yang melankolis juga dikenal sangat sosial dan berupaya berkontribusi pada komunitas, sangat teliti dan akurat. Tipe ini adalah manajer yang fantastis dengan kepribadian yang baik. Karier yang sempurna untuk tipe kepribadian melankolis antara lain dalam bidang pengelolaan/ manajemen, akuntansi, pekerjaan social, atau bagian administrasi.
3. Mendengar aktif dan bertanya efektif
Pengertian Mendengar Aktif
Mendengar aktif adalah suatu keterampilan dasar kemunikasi bagi bidan untuk menghimpun informasi sebanyaknya untuk menegakkan diagnosa dengan baik dan memberikan umpan balik / merefleksi isi ucapan dan perasaan klien.
Tujuan mendengar aktif
1. Mendorong klien untuk berbicara.
2. Menunjukkan minat dan perhatian kita terhadap klien.
3. Memberi arahan percakapan terhadap klien.
4. Meningkatkan kesadaran konselor terhadap perasaan klien.
5. Untuk memperoleh informasi.
6. Memberi suatu arahan percakapan terhadap klien.
Teknik mendengar aktif
1. mendengar pasif (diam), dilakukan jika klien sedang menceritakan masalah nya : contohnya mengebu gebu dalam menceritakan masalahnya dengan ekspresi kesal dan sedih, bercerita tidak henti hentinya.
2. Memberi tanda perhatian verbal dan non verbal dilakukan sewaktu klien berbicara panjang tentang peristiwa yang terjadi pada dirinya contohnya hmm,ya, lalu, oh begitu, terus atau sekali mengangguk. 3. Membuka pembicaraan, undang untuk beerbicara ( mengajukan pertanyaan untuk mendalami dan klarifikasi) contohnya mengajukan pertanyaan dilakukan apabila konslor belum puas dengan jawaban yang diberikan klien.
4. Mendengar aktif, yaitu memberikan umpan balik / refleksi isi ucapan dan perasaan yaitu merangkum, merefleksikan isi ucapan.
Prinsip mendengar aktif
1. Menerima orang lain apa adanya.
2. Menghargai perasaan orang lain.
3. Toleransi terhadap keanehan orang lain, dengan cara konsentrasi pada isi bukan cara bicaranya.
4. Perhatian penuh dan terpusat kepada pasien dan pandangan sesekali menatap wajah pasien dalam batas wajar.
5. Mendengarkan segala sesuatu yang di kemukakan oleh pasien, memperhatikan perasaaan dan perilakunya.
6. Duduk menghadap klien dengan nyaman, menghindari gerakan yang mengangggu.
7. Melakukan pengulangan / refleksi supaya ada pemahaman.
Faktor penghambat mendengar aktif
1. Sikap mendengar acuh tak acuh, tidak ada kontak mata.
2. Kegagalan mengikuti orang lain berbicara (interupsi dini).
3. Mulai berbicara cerita anda sendiri (bedakan dengan membuka diri).
4. Kehilangan pikiran sejenak.
5. Bereaksi secara impulsive (tuhan ampun deh).
6. Memberikan nasehat sangat awal.
7. Memberikan nilai 8. Mengekspresikan asumsi diri pada pasien.
Teknik bertanya efektif
1. Gunakan intonasi suara yang menunjukan perhatian, minat dan keakrapan. Jangan terlalu cepat / lambat atau terlalu keras atau lemah.
2. Gunakan kata kata yang dipahami klien, karna bahasa bahasa ilmiah yang tidak dipahami klien tidak akan bisa terjawab atau bahkan menyebakan salah arti.
3. Ajukan pertanyaan pertanyaan satu persatu. Jangan mengejukan beberapa pertanyaan sekaligus karna ini tidak efektif
4. Tunggu jawaban dengan penuh minat jangan memotong biarkan klien menyelesaikan kalimatnya karna pemotongan ditengeh kalimat bisa menimbulkan salah presepsi.
5. Gunakan kata kata yang mendorong klien untuk tetap bicara (bagaimana ?,dan, lalu,maksudnya?) 6. Bila harus menanyakan hal yang sangat pribadi, jelaskan mengapa hal itu harus ditanya.
7. Hindari penggunaan tanda “mengapa”karna kemungkinan klien dapat merasa disalahkan.
Manfaat bertanya efektif
1. Membuat orang yang anda ajak bicara memahami / mencoba memahami.
2. Mendorong seseorang untuk cerita seperti dialami benar benar.
3. Memperjelas pecakapan antara anda sebagai pendengar dan pembicara.
4. Memberikan penjelasan untuk menceritakan hal hal yang ingin diceritakannya.
5. Mecegah pembuatan kesimpulan secera terburu buru.
4.Pengambilan keputusan dalam klien dalam pelayanan asuhan kebidanan
PENGERTIAN KLIEN
Klien
atau pelanggan ( customer ) adalah orang yang akan mendefinisikan hasil dari
proses yang diberikan ( puas/tidak puas ) .
Menurut Vincent, pelanggan adalah semua
orang yang menuntut kita atau perusahaan kita untuk memenuhi suatu standar
kualitas tertentu dan karena itu akan memberi pengaruh pada kinerja staff atau
perusahaan.
Pelanggan dalam pelayanan kebidanan adalah
orang yang langsung menerima jasa pelayanan yang diberikan dan menikmati
pelayanan atau asuhan yang diberikan.
Vincent
dalam bukunya Total Quality Management, memberi beberapa definisi tentang
pelanggan atau klien yaitu pelanggan adalah orang yang tidak bergantung pada
kita, tetapi kita bergantung kepadanya, pelanggan adalah orang yang membawa
kita kepada keinginannya dan pelanggan adalah orang teramat penting yang harus
dipuaskan.
ORANG-ORANG YANG DISEBUT KLIEN DALAM
ASUHAN KEBIDANAN
Orang-orang
yang disebut pelanggan atau klien dalam pelayanan kebidanan adalah :
1.
Bayi baru lahir
2.
Balita
3.
Remaja putri
4.
WUS ( Wanita Usia Subur )
5.
PUS ( Pasangan Usia Subur )
6.
Pasutri ( pasangan suami istri )
7.
Wanita pada masa pra-menopause, menapouse,
dan pascamenopause
LINGKUP/BIDANG KONSELING KEBIDANAN
1. Konseling pada anak-anak
Seorang anak membutuhkan bimbingan dan
dukungan moral dan fisik dari keluarga yang juga akan mengatur cara pandang
mereka. Karenanya hubungan anak dengan anak lainnya didasarkan pada keyakinan,
presfektif, aturan dan nilai keluarga.memahami kebutuhan anak, sangat
diperlukan dalam membantu menyikap perilaku emosional mereka. Anak-anak perlu
merasa dihargai dan bangga terhadap diri sendiri. Jadi peran kita sebagi bidan terhadap
konseling anak-anak adalah memahami bagaimana pola pikir mereka yang belum
terlalu luas dan mengajari mereka tentang hal-hal kecil yang mana yang baik dan
mana yang tidak baik. Karena diusia anak-anak terkadang mereka cepat menangkap
apa yang didengar oleh mereka.
2. Konseling pada remaja
Remaja merupakan aset bangsa yang sangat
menentukan bagaimana kualitas bangsa dimasa mendatang baik kualitas
kepribadian, kesehatan, maupun pendidikannya. Saat ini masalah pendidikan dan
kesehatan remaja menjadi topik pembicaraan diberbagai kalangan.
Bidan sebagai tenaga kesehatan dan anggota
masyarakat, bertanggungjawab terhadap permasalaha yang diadapi remaja. Untuk
itu, peranan bidan sebagai konselor akan sangat membantu dalam penangan masalah
remaja. Menjadi tugas bidan untuk memberikan bimbingan dan konseling sehingga
dapat membantu meningkatkan derajat reproduksi remaja.
Topik
konseling remaja yang dapat diberikan bidan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.
Remaja dan kesehatan reproduksi remaja
2.
Seksualitas
3.
Pengenalan organ reproduksi laki-laki dan perempuan
4.
Proses terjadinya kehamilan, kehamilan
yang tidak dikehendaki, dan aborsi yang tidak aman.
5.
IMS dan HIV/AIDS
6.
Isu gender
7.
Narkoba dan zat adiktif
8.
Hubungan dengan pasangan sebelum dan
sesudah menikah
9.
Kekerasan pada remaja
Bidan sebagi konselor melaksanakan konseling terhadap remaja yang
bermasalah juga kepada keluarga sebagai orang tua, bertujuan antara lain:
1. Mencegah upaya abortus provokatus
2. Mendorong ibu ( remaja yang hamil ) untuk mencari pelayanan kesehatan
3. Mempersiapkan kelahiran bayi secara normal
4. Mempersiapkan ibu dan keluarga agar menerima kelahiran bayi
5. Pada orang tua remaja, mendorong untuk diresmikannya pernikahan putra
putrinya
3
. Konseling pada ibu atau calon
orangtua
Aktivitas konseling calon orangtua/menjad orangtua membantu pemahan diri
untuk menjadi orangtua baik sebagai ayah maupun sebagai ibu. Ketika masuk masa
transisi terjadi suatu gejolak yang dialami oleh individu walaupun sifatnya
hanya sementara. Pada saat itu, individu merasakan adanya masalah yang harus
dihadapi yang merupakan upaya adaptasi pada situasi yang alami.
Salah satu peran bidan ketika menghadapi klien adalah melaksanakan kegiatan
bimbingan dan konseling kebidanan. Untuk memperjelas arah pembelajaran
konseling kebidanan pada orangtua, perlu ada pemahaman terlebih dahulu tentang
bagaimana menjadi orangtua, tanggungjawab suami sebagi kepala keluarga dan
sebagai ayah dan tanggungjawab perempuan sebagi ibu dalam keluarga.
Masalah
yang sering dihadapi keluarga antara lain :
1.
Kesehatan anggota keluarga, meliputi
kondisi kesehatan ayah/suami,ibu/istri dan anak.
2.
Pendidikan, meliputi pendidikan formal dan
non formal bagi anggota keluarga. Latar belakang pendidikan ayah dan ibu sangat
berpengaruh terhadap pola pikir keluarga dalam menentukan pendidikan pada
anaknya.
3.
Hubungan antara dan inter keluarga, sangat
berpengaruh terhadap kehidupan keluarga terutama hubungan ibu dan ayah yang
biasanya menjadi model bagi anak-anaknya. Hubungan ini menjadi pola perilaku
anak dimasyarakat dan diluar keluarga. Hungan keluarga menjadi kurang harmonis
karena ketidak samaan pandangan.
4.
Psikososial, masalah psikososial biasanya
terjadi akibat terciptanya adaptasi dimasyarakat, terutama terhadap norma dan
tata nilai yang berlaku dalam masyakat.
Bidan dapat memberi layanan konseling
kebidanan pada calon pengantin, maupun pasangan baru yang akan masuk dalam
kehidupan keluarga.
4
. Konseling masa antenatal atau konseling pada ibu hamil
Konseling pada masa antenatal terutama
ditujukan pada ibu dengan kehamilan pertama, dalam hal ini bidan perlu
menginformasikan beberapa hal:
Perubahan pada trisemester pertama:
1.
Perubahan pada fisik pada ibu hamil :
a.
Mual yang dapat disertai muntah
b.
Enggan makan dan mengidam
c.
Perubahan payudara
d.
Keletihan dan rasa mengantuk
e.
Sering berkemih
f.
Rasa perut panas, gangguan pencernaan,
kembung.
2.
Perubahan psikologis pada ibu hamil
a.
Merasa tidak nyaman
b.
Muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan,
dan kesedihan
c.
Perasaan tidak menentu yang tidak
diketahui penyebabnya
Perubahan pada trisemester kedua:
1. Perubahan fisik
a.
Ibu masih merasa letih
b.
Frekuensi sering berkemih mulai berkurang
c.
Berkurangnya mual dan muntah
d.
Kadang-kadang sembelit
e.
Nafsu makan bertambah dll
2. Perubahan psikologis
a. Ibu sudah merasa sehat
b. Ibu sudah bisa menerima kehamilannya
c. Merasakan pergerakkan janin
d. Merasa terlepas dari ketidak nyamanan dan kekhawtiran
Perubahan pada trisemester ketiga:
1. Perubahan fisik
a. Sesak nafas
b. Nyeri punggung
c. Nyeri tekan payudara
d. Sering berkemih
e. Konstitasi dll
2. Perubahan psikologis
a. Rasa tidak nyaman timbul lagi, merasa dirinya jelek, aneh dan tidak menarik
b. Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan
c. Merasa sedih karena akan terpisah dengan bayinya
d. Merasa kehilangan perhatian
Bidan sebagi konselor dalam konseling pada
ibu hamil harus memperhatikan umur kehamilan dan keadaan ibu pada saat itu.
Pada tahap awal konseling, selalu diadakan hubungan yang mengenakan seperti
pelaksanaan konseling pada umumnya.
5. Konseling pada ibu bersalin ( melahirkan )
Konseling pada ibu melahirkan/pemberian
bantuan pada ibu yang melahirkan dengan kegiatan bimbingan proses melahirkan.
Tujuan aktivitas ini untuk kesejahteraan ibu dan proses kelahiran dapat
berjalan dengan semestinya.
Keberhasilan proses persalinan sampai
terjadi kelahiran bayi ditentukan oleh empat faktor yang mencakup : (1).
Psikis, adalah keberadaan mental dan emosional ibu. (2). Power, merupakan
kekuatan otot-otot uterus dan otot abdomen. (3). Passegeway, terdiri atas
vagina, introitus vagina, dan tulang panggung. (4). Passenger, merupakan hasil
konsepsi, janin, plasenta, dan cairan amnion yang memberi pengaruh terhadap
persalinan.
Konseling pada ibu bersalin dapat dibagi
menjadi beberapa tahap yaitu tahap 1, tahap 2, tahap 3, tahap 4.
6. Konseling pada ibu nifas
Bantuan konseling pada ibu nifas, meliputi
: adaptasi pada masa nifas, teknik menyusui dan perawatan payudara atau
manajemen laktasi. Pemahaman klien terhadap keadaan pada dirinyaperlu
memperoleh batuan, adanya perasaan nyerisetelah bersalin, engorgement, proses
involusi, proses lokhea, laktasi. Pelaksanaan asuhan kebidanan dengan rawat
gabung (rooming in) yang artinya pelaksanaan rawat gabung ibu dan bayainya.
Dalam keadaan tersebut, ibu diajak untuk mulai memperhatikan bayinya dan mulai
melakukan kedekatan antara ibu dan bayinya.dalam proses konseling, bidan
sebagai konselor harus mampu mendengarkan klien dan melaksanakan bimbingan dan
pelatihan kepada ibu dalam rangka memandirikan ibu dalam rangka merawat dan
memenuhi kebutuhan bayinya.bidan memeriksa keadaan pundus uteri dengan penuh
kelembutan perabaan serta melakukan komunikasi dengan klien dan menerima segala
keluhan klien. Bidan membimbing klien dalam melaksanakan proses penyesuaian
yang baik pada proses rawat gabung. Bidan mencontohkan cara memengang bayi
dengan kasih sayang penuh.
7. Konseling keluarga berencana
konseling merupakan aspek yang sangat
penting dalam pelayanan kb. Dengan melakukan konseling, berarti petugas
membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan
digunakan sesuai dengan pilihan. Disamping itu dapat membuat klien merasa lebih
puas. Konseling yang baik juga akan membantu klien dalam menggunakan
kontrasepsi yang lebih lama dan meningkatkan keberhasilan kb. Konseling juga
dapat mempengaruhi intraksi antara petugas dan klien dengan cara meningkatkan
kebutuhan dan kepercayaan yang sudah ada. Namun sering kali konseling diabaikan
dan tidak dilaksanakan dengan baik, karna petugas tidak memepunyai waktu dan
mereka tidak mengetahui bahwa dengan koseling klien akan lebih mudah mengetahui
nasihat. Konseling adalah proses yang berjalan dan menyatu dengan semua aspek
pelayanan kb dan bukan hanya informasi
yang dibicarakan dan diberikan pada satu kesempatan yakni pada saat pemberian
pelayanan. Teknik konseling yang baik dan informasi yang memadai harus
diterapkan dan dibicarakan secara intrakstif sepanjang kunjungan klien dengan
cara yang sesuai dengan kebudayaan yang ada. Pelayanan kb mencangkup pelayanan
alat kontrasepsi, penanggulangan efek samping, dan komplikasi alat kontra
sepsi. Pada pelayanan tersebut terjadi keterlibatan secara utuh, baik dari
tenaga pelayanan maupun klien yang menjadi sasaran. Pendekatan pelayanan yang
digunakan adalah pendekatan secara medik, dan konseling.
Informasi awal pada saat konseling kb adalah
manfaat kb terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga, jenis metode dan alat
kontrasepsi, efek samping dan cara penanggulangannya, komplikasi dab cara
penanggulangannya.
PEMBERIAN INFORMASI EFEKTIF DALAM
MENGAMBIL
KEPUTUSAN
Pemberian informasi dilakukan setelah mendengarkan dengan aktif masalah
klien dan pertanyaan klien tentang informasi. Konseling bukan proses pemberian
informasi, tetapi dalam proses konseling mengandung unsur-unsur pemberian
informasi konselor memperoleh data atau informasi tentang keadaan dan kebutuhan
klien dan informasi yang diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan klien.
Pemberian informasi efektif, bila :
1.
Informasi yang diberikan spesifik, dapat
membantu klien dalam mebuat keputusan
2.
Informasi disesuaikan dengan situasi
klien, dan mudah dimengerti
3.
Diberikan dengan memperhatikan hal-hal
berikut:
a.
Singkat, dan tepat ( pilih hal-hal penting
yang perlu diingat klien )
b.
Menggunakan bahasa sederhana
c.
Gunakan alat bantu visual sewaktu
menjelaskan
d.
Memberikan kesempatan klien bertanya dan
minta klien mengulang hal-hal penting yang perlu diingat .
UPAYA MENGATASI KESULITAN PADA KLIEN
Tiap individu harus paham akan dirinya. Dengan pemahaman terhadap diri maka
kita akan bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang terjadi saat komunikasi yang
berasal dari komunikator atau bidan sendiri. Adapun untuk memperlancar
komunikasi/konseling persiapan materi, bahan, alat yang bisa mempermudah
penerimaan klien terhadap apa yang akan kita sampaikan perlu dipersiapkan
sebelumnya. Sebagai seorang bidan kita harus menguasai ilmu komunikasi sehingga
dapat melakukan konseling dengan baik pada semua klien dengan bermacam karakter
dan keterbatasan mereka.
Beberapa pakar mengemukakan bahwa kearifan merupakan dasar kepribadian
konselor efektif. Kearifan merupakan konsep lama dan lintas kultural, sebagai
suatu perangkat ciri-ciri kongnitif dan afektif tertentu yang secara langsung
pada keterampilan dan pemahaman hidup. Karakteristik kearifan meliputi : aspek
efektif dan kesadaran yang meliputi empati, kepeduliaan, pengenalan rasa, deotomatisasi
( menolak kecenderungan kebiasaan, perilaku dan pola berfikir otomatik,
menekankan kesadaran tindakan dan pilihan yang bertanggungjawab), aspek
kongnitif meliputi penalaran dialetik ( mengenal konteks, situasi, berorientasi
pada perubahan yang bermanfaat ) dll.
5.Komunikasi kelompok dalam praktek kebidanan
Kelompok
adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu
sma lain untuk mencapai tujuan bersama,mengenal satu sama lain,dan memandang
mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.kelompok ini misalnya adalah
keluarga,kelompok diskusi,kelompok pemecahan masalahan,atau suatu komite yang
tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.
A. MANFAAT KEGIATAN KELOMPOK
Kegiatan
kelompok di gunakan untuk saling bertukar informasi,menambah
pengetahuan,memperteguh dan mengubah sikap dan prilaku.kelompok menjadi
kerangka rujukan dalam berkomunikasi untuk membentuk dan melaksanakan suatu
kegiatan.berikut ini adalah manfaat dari kegiatan kelompok :
- Memenuhi kebutuhan sosial
- Membentuk konsep diri
- Memberi atau menerima dukungan dan bantuan
- Berbagi dengan orang lain
- Menambah wawasan
- Menambah rasa solidaritas antar anggota kelompok
- Memenuhi kebutuhan sosial
- Membentuk konsep diri
- Memberi atau menerima dukungan dan bantuan
- Berbagi dengan orang lain
- Menambah wawasan
- Menambah rasa solidaritas antar anggota kelompok
B. KLASIFIKASI KELOMPOK
Charles
Horton Cooley mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang
anggota-anggotanya berhubungan akrab,personal dan menyentuh hati dalam asosiasi
dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang
anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab,tidak personal,dan tidak menyentuh
hati kita.kelompok ini di bedakan berdasarkan karakteristik
komunikasinya,sebagai berikut :
-kualitas komunikasi pada kelompok
primer bersifat dalam dan luas
Dalam
artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap
unsur-unsur backstage (prilaku yang kita tampak kan dalam suasana privat saja)
Luas
artinya,sedikit sekali kendala yang menentukan tantangan dan cara
berkomunikasi.
Pada kelompok sekunder komunikasi
bersifat dangkal dan terbatas
- komunikasi pada kelompok primer bersifat personal,sedangkan sekunder non personal.
- komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan dari pada aspek isi,sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya
-komunikasi kelompok primer cendrung sekunder intrumental
- komunikasi kelompok primer cendrung informal,sedangkan kelompok formal
- komunikasi pada kelompok primer bersifat personal,sedangkan sekunder non personal.
- komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan dari pada aspek isi,sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya
-komunikasi kelompok primer cendrung sekunder intrumental
- komunikasi kelompok primer cendrung informal,sedangkan kelompok formal
Menurut
homan(195
1. PERENCANAAN KEGIATAN
untuk mempersiapkan suatu kegiatan kelompok ada 8 pertanyaan inti sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan meliputi :
a. Apa masalah atau topik kegiatan
1. KELOMPOK
KEANGGOTAAN DAN KELOMPOK RUJUKAN
Theodore
Newcomb(1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan
(membership group) dan kelompok rujukan (refence group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota anggota nya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur ( standar ) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Jika menggunakan kelompok tertentu sebagai teladan sebagai mana seharusnya bersikap , kelompok itu menjadi kelompok rujukan positif, dan jika menggunakan sebagai teladan bagaimana seharusnya tidak bersikap,kelompok tertentu tersebut menjadi kelompok rujukan negatif. Kelompok yang terkait dengan kita secara nominal adalah kelompok rujukan kita,sedangkan yang memberikan kepada identitas psikologis adalah kelompok rujukan. Kelompok rujukan akan mempengeruhi prilaku manusia,termaksud prilaku dalam berkomunikasi
(membership group) dan kelompok rujukan (refence group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota anggota nya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur ( standar ) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Jika menggunakan kelompok tertentu sebagai teladan sebagai mana seharusnya bersikap , kelompok itu menjadi kelompok rujukan positif, dan jika menggunakan sebagai teladan bagaimana seharusnya tidak bersikap,kelompok tertentu tersebut menjadi kelompok rujukan negatif. Kelompok yang terkait dengan kita secara nominal adalah kelompok rujukan kita,sedangkan yang memberikan kepada identitas psikologis adalah kelompok rujukan. Kelompok rujukan akan mempengeruhi prilaku manusia,termaksud prilaku dalam berkomunikasi
2. KELOMPOK
DESKRIPTIF DAN KELOMPOK PRESKRIPTIF
John
F. Cragan dan David w. Wright (1980) mebangi kempok menjadi dua yaitu :
Deskriptif
dan Preskriptif. Deskriptif menunjukan
klasifikasi kelompok dengan menlihat proses membentuknya secara
alamiah,sedangkan kategori Preskriptif mengklasifikasikan kelompok menurut
langkah-langkah rasional yang harus di lewati oleh anggota kelompok untuk
mencapai tujuan nya. Kelompok Preskriptif mengacu pada langkah-langkah tujuan
kelompok.
PENGORGANISASIAN
KEGIATAN KELOMPOK
Organisasi
adalah sekelompok yang terlibat dalam suatu sistem,sekelompok orang berkerja
sama untuk mencapai tujuan tertentu.Organisasi adalah tempat orang berkumpul
dan menyaalurkan pendapat dan mempunyai tujuan yang sama melalui suatu proses
penyamaan visi dan misi .
Pengertian
menurut beberapa ahli,Gibson (1982) Pengorganisasian meliputi semua kegiatan
manajerial yang dilakukan untuk mewujudkan kegiatan yang di rencanakan menjadi
suatu struktur tugas,wewenang,dan menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas
tertentu untuk mencapai tugas yang di inginkan organisasi.
Koontz
(1986) mengatakan pengorganisasian adalah penetapan struktur peranan internal
dalam suatu lembaga yang terorganisasi secara formal.pengorganisasian di
artikan sebagai keseluruhan proses untuk memilih orang-orang serta
mengaplikasikan sarana dan pra sarana untuk menunjang tugas-tugas orang itu
dalam organisasi,pengorganisasian di maksud kan mengatur mekanisme kerja
organisasi,sehingga dengan pengaturan tersebut dapat menjamin pencapaian
tujuan. Sedangkan Sagala (2008) mengatakan salah satu prinsif pengorganisasian
adalah terbaginya semua tugas dalam berbagai unsur organisasi secara proporsional,dengan
kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstruktur
kan tugas-tugas kedalam sub-sub atau komponen-komponen organisasi.
F. LANGKAH-LANGKAH PENYELENGGARAAN
KEGIATAN KELOMPOK
1. PERENCANAAN KEGIATAN
untuk mempersiapkan suatu kegiatan kelompok ada 8 pertanyaan inti sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan meliputi :
a. Apa masalah atau topik kegiatan
Berkaitan
dengan pesan yang ingin di sampaikan pada kegiatan kelompok.
b.
Siapa yang menjadi peserta kegiatan
Hal-hal yang perlu di perhatikan berkaitan dengan karakteristik peserta :
-jumlah peserta kegiatan
-latar belakang peserta (usia,tingkat pendidikan,bahasa yang digunakan,budaya atau istiadat masyarakat setempat).
-Pengetahuan peserta tentang masalah yang akan di bahas atau di sampaikan
-Kesanggupan atau kemampuan peserta untuk ikut hadir dalam kegiatan dan hal-hal apakah yang membuat peserta tertarik & bertahan mengikuti kegiatan
-Alasan-alasan peserta untuk mendapatakan informasi atau layanan dari bidan.
Hal-hal yang perlu di perhatikan berkaitan dengan karakteristik peserta :
-jumlah peserta kegiatan
-latar belakang peserta (usia,tingkat pendidikan,bahasa yang digunakan,budaya atau istiadat masyarakat setempat).
-Pengetahuan peserta tentang masalah yang akan di bahas atau di sampaikan
-Kesanggupan atau kemampuan peserta untuk ikut hadir dalam kegiatan dan hal-hal apakah yang membuat peserta tertarik & bertahan mengikuti kegiatan
-Alasan-alasan peserta untuk mendapatakan informasi atau layanan dari bidan.
c. Sasaran Kegiatan
Perubahan yang diharapakan dari peserta setelah mengikuti kegiatan.
Perubahan yang diharapakan dari peserta setelah mengikuti kegiatan.
d. Dimana dan berapa
lama waktu yang di gunakan untuk mencapai sasaran
persiapan yang di perlukan untuk mencapai sasaran dan pertimbangkan perlu pembagian dalam beberapa sesi
persiapan yang di perlukan untuk mencapai sasaran dan pertimbangkan perlu pembagian dalam beberapa sesi
e.
Metode yang sesuai untuk kegiatan.
f. Perlengkapan yang digunakan (alat
bantu visual atau audio)
g. Pertanyaan-pertanyaan atau pencairan
kelompok yang digunakan untuk
memberikan semangatan atau memulai kegiatan.
memberikan semangatan atau memulai kegiatan.
h. Evaluasi efektifisan kegiatan
2. MEMPERSIAPKAN TEMPAT
Meliputi :
Meliputi :
a. Persiapan ruangan
dan perlengkapannya.
b. Persiapan alat tulis,alat bantu visual,materi cetak dalam jumlah yang cukup.
c. Persiapan tempat duduk.
d. Pengeras suara.
e. Melektakkan alat bantu visual pada tempat yang sesuai dengan kebutuhan.
b. Persiapan alat tulis,alat bantu visual,materi cetak dalam jumlah yang cukup.
c. Persiapan tempat duduk.
d. Pengeras suara.
e. Melektakkan alat bantu visual pada tempat yang sesuai dengan kebutuhan.
3.
MELAKSANAKAN KEGIATAN KELOMPOK
Kegiatan kelompok yang baik harus memiliki struktur atau kesinambungan. Oleh karna itu,setiap kegiatan kelompok memiliki bagian sebagai berikut :
a. Pembukaan yang efektif
Pembukaan akan menentukan jalan nya presentasi atau diskusi kelompok.pembukaan dapat membuat sukses atau meninggalkan kegiatan tersebut.Pembukaan yang baik akan menarik perhatian peserta,membina hubungan baik dengan peserta,memperkenalkan topik,tujuan kegiatan dan pentingnya kegiatan untuk peserta dan mengantisipasi kelanjutan presesntasi atau diskusi.pada pembukaan kegiatan lakukan pencairan kelompok dengan menggunakan lelucon-lelucon atau pertanyaan-pertanyaan yang dapat membuat para peserta merasa lebih santai
Kegiatan kelompok yang baik harus memiliki struktur atau kesinambungan. Oleh karna itu,setiap kegiatan kelompok memiliki bagian sebagai berikut :
a. Pembukaan yang efektif
Pembukaan akan menentukan jalan nya presentasi atau diskusi kelompok.pembukaan dapat membuat sukses atau meninggalkan kegiatan tersebut.Pembukaan yang baik akan menarik perhatian peserta,membina hubungan baik dengan peserta,memperkenalkan topik,tujuan kegiatan dan pentingnya kegiatan untuk peserta dan mengantisipasi kelanjutan presesntasi atau diskusi.pada pembukaan kegiatan lakukan pencairan kelompok dengan menggunakan lelucon-lelucon atau pertanyaan-pertanyaan yang dapat membuat para peserta merasa lebih santai
b. Bagian Utama dari
Kegiatan
mencakup informasi-informasi utama yang perlu di berikan selama kegiatan. Bagian ini di organisasikan sebagai sebuah daftar mengenai pokok-pokok utama.setiap pokok ini memliki bukti-bukti yang mendukung seperti fakta-fakta,angka-angka,contoh-contoh,dan rasional-rasional bagi presentasi.selain itu,peragaan,permainan,bermain peran,dan lain-lain.
mencakup informasi-informasi utama yang perlu di berikan selama kegiatan. Bagian ini di organisasikan sebagai sebuah daftar mengenai pokok-pokok utama.setiap pokok ini memliki bukti-bukti yang mendukung seperti fakta-fakta,angka-angka,contoh-contoh,dan rasional-rasional bagi presentasi.selain itu,peragaan,permainan,bermain peran,dan lain-lain.
c. Bagian Penutup
merupakan salah satu bagian terpenting dari keseluruhan kegiatan.sehingga perlu meringkas atau menyatakan kembali pokok terpenting dan berisikan pertanyaan bersifat menguntungkan dimana menjelaskan kepada para peserta tentang penting nya tema kegiatan bagi para peserta.
merupakan salah satu bagian terpenting dari keseluruhan kegiatan.sehingga perlu meringkas atau menyatakan kembali pokok terpenting dan berisikan pertanyaan bersifat menguntungkan dimana menjelaskan kepada para peserta tentang penting nya tema kegiatan bagi para peserta.
4. Mengevaluasi Kegiatan
kelompok
Evaluasi adalah bagian penting dalam sebuah proses komunikasi. Yang penting mengevaluasi kegiatan kelompok adalah waktu melakukan nya dan bagaimana melakukan nya. Mengevaluasi kegiatan kelompok merupakan hal penting karna :
a. Mengetahui kebutuhan para peserta untuk mempersiapkan.
b. Menganalisa kebutuhan para peserta untuk mempersiapkan pembicaraan di masa mendatang.
c. Memperbaiki Pelaksanaan kegiatan dimasa yang akan datang.
d. Mengetahui dampak dari kegiatan kelompok dan menentukan apakah tujuan tercapai.
Evaluasi adalah bagian penting dalam sebuah proses komunikasi. Yang penting mengevaluasi kegiatan kelompok adalah waktu melakukan nya dan bagaimana melakukan nya. Mengevaluasi kegiatan kelompok merupakan hal penting karna :
a. Mengetahui kebutuhan para peserta untuk mempersiapkan.
b. Menganalisa kebutuhan para peserta untuk mempersiapkan pembicaraan di masa mendatang.
c. Memperbaiki Pelaksanaan kegiatan dimasa yang akan datang.
d. Mengetahui dampak dari kegiatan kelompok dan menentukan apakah tujuan tercapai.
G.
MEMBANGUN KELOMPOK
Pengertian :
Membangun tim adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk membangun kerja kelompok dalam suatu organisasi. Pada prinsipnya kita memerlukan kelompok untuk memperbaiki kinerja kelompok yang dimiliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu di pertimbangkan dalam pelaksaan kelompok,antara lain :
1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
2. Pucuk pimpinan yang jarang berpikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok.
3. Terjadi kurang perngertian antar sesama anggota kelompok,tidak ada arahan dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok,sehingga kelompok kehilangan arah kerja.
4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat berkerja sama dalam kelompok.
5. Kurang nya rasa percaya diri antar sesama anggota tim,tidak dapat di capai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktauan akan kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota.
Membangun tim adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk membangun kerja kelompok dalam suatu organisasi. Pada prinsipnya kita memerlukan kelompok untuk memperbaiki kinerja kelompok yang dimiliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu di pertimbangkan dalam pelaksaan kelompok,antara lain :
1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
2. Pucuk pimpinan yang jarang berpikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok.
3. Terjadi kurang perngertian antar sesama anggota kelompok,tidak ada arahan dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok,sehingga kelompok kehilangan arah kerja.
4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat berkerja sama dalam kelompok.
5. Kurang nya rasa percaya diri antar sesama anggota tim,tidak dapat di capai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktauan akan kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota.
H.
STRATEGI
MENGHADAPI KELOMPOK PESERTA YSNG KURANG MENDUKUNG KELANCARAN KEGIATAN
1. Tipe
pasif
Strategi bidan adalah :
- Ajukan pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
- Minta lah mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
- Mintalah menulis komentar atau jawaban pertanyaan
- Berikan inisiatif kecil
- Merubah metode menyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
Strategi bidan adalah :
- Ajukan pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
- Minta lah mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
- Mintalah menulis komentar atau jawaban pertanyaan
- Berikan inisiatif kecil
- Merubah metode menyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
2. Tipe
Agresif
Strategi bidan adalah :
-Ajukan pertanyaan tentang sebab sikap agresif nya
misalnya : “Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?”
-Berikan kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan.
-Jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok,cek dengan kelompok
(Apakah semua orang berpikir seperti ini).
-Presentasikan data
-Prakarsai diskusi secara pribadi.
Strategi bidan adalah :
-Ajukan pertanyaan tentang sebab sikap agresif nya
misalnya : “Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?”
-Berikan kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan.
-Jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok,cek dengan kelompok
(Apakah semua orang berpikir seperti ini).
-Presentasikan data
-Prakarsai diskusi secara pribadi.
3. Tipe
banyak bicara
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
4. Tipe
Pesimis
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
5. Tipe
Pelawak
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.
I.
PERAN
BIDAN SEBAGAI KOMUNIKATOR DALAM KOMUNIKASI KEBIDANAN YANG MENCERMINKAN DALAM
DAYA KASIH KRISTUS
Perawatan kebidanan merupakan bentuk pelayanan
profesional yang diberikan oleh bidan kepada individu,keluarga,masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan,khusus nya pelayanan
kebidanan.Dalam memberikan pelayanan kebidanan ini, peranan komunikasi
antara bidan dengan klien sangat menentukan keberhasilannya dan mutu pelayanan
yang diberikan.
Pada intinya bidan sebagai komunikator harus mampu mentransformasikan proses penyusuaian terhadap klien.sehubungan dengan hal tersebut, maka bidan sebagai komunikator mempunyai peranan dan keharusan sebagai berikut :
Pada intinya bidan sebagai komunikator harus mampu mentransformasikan proses penyusuaian terhadap klien.sehubungan dengan hal tersebut, maka bidan sebagai komunikator mempunyai peranan dan keharusan sebagai berikut :
1.Sebagai
penyampai pesan,seorang bidan harus mempersiapkan pesan yang akan di sampaikan
sebaik-baiknya dan mudah di mengerti oleh klien,sesuai dengan latar belakang
dan kondisi.
2.
Pesan yang telah di siapkan dengan baik, dalam menyampaikan dengan klien dapat dilaksanakan dengan verbal maupun
non verbal. Sikap,penampilan, dan ekspresi klien harus mencerminkan rela
membantu tanpa pamrih.
3.
Jika pesan yang akan di sampaikan akan menimbulkan kegoncangan pada psikologis
klien, dan pesan itu harus di sampaikan, maka bidan harus mempersiapkan klien
sehingga klien betul-betul siap menerima keadaan yang paling buruk.
4.
Setiap menyampaikan pesan,perlu di perhatikan psikologi klien, jangan sampai
pesan yang bersifat rahasia di sampaikan di hadapan klien lain nya.
6. Komunikasi Interpersonal
Komunikasi
Interpersonal
diperlukan
dalam
rangka
pemberian
pelayanan
kesehatan
yang menyangkut
hubungan
atau
interaksi
antara
klien
dengan
perawat
atau
bidan.
Interaksi
tersebut
mempunyai
sifat
manusiawi
dan
memiliki
ciri
khas.
Interaksi
itu
berlandaskan
komunikasi
antar
sesama
manusia,
baik
dalam
hubungan
layanan
kesehatan
secara
individual maupun
secara
kelompok.
Sementara
itu,
komunikasi
yang terjadi
antara
seorang
tenaga
kesehatan
dengan
kliennya
pada
dasarnya
adalah
komunikasi
interpersonal.
Tujuan komunikasi interpersonal
Komunikasi
interpersonal
dalam
konseling
merupakan
suatu
action oriented, ialah
suatu
tindakan
yang berorientasi
pada
tujuan
tertentu.
Tujuan
komunikasi
interpersonal dalam
konseling
bermacam
– macam,
diantaranya
:
1.
Mengungkapkan
perhatian
pada
orang lain
Dalam
hal
ini
bidan
berkomunikasi
dengan
cara
menyapa,
tersenyum,
melambaikan
tangan,
membungkukan
badan,
dan
menanyakan
kabar
kesehatan
klien
2.
Menemukan
diri
sendiri
Artinya
bidan
melakukan
komunikasi
karena
ingin
mengetahui
dan
mengenali
karakteristik
diri
pribadi
berdasarkan
informasi
dari
orang lain.
3.
Menemukan
dunia
luar
Dengan
komunikasi
ini,
diperoleh
kesempatan
untuk
mendapatkan
berbagai
informasi
yang actual. Misalnya
saat
bidan
memberikan
informasi
tentang
program keluarga
berencana
sehingga
klien
dapat
mengambil
keputusan
yang tepat
dalam
mengikuti
program KB.
4.
Membangun
dan
memelihara
hubungan
yang harmonis
Sebagai
makhluk
sosial,
salah
satu
kebutuhan
setiap
orang yang paling dasar
adalah
membentuk
dan
memelihara
hubungan
baik
dengan
orang lain.
Faktor penghambat komunikasi interpersonal
a.
faktor
individual
Orientasi
cultural
( keterikatan
budaya
) merupakan
faktor
individual yang dibawa
seseorang
dalam
melakukan
interaksi.
Orientasi
ini
merupakan
gabungan
dari
:
•Faktor
fisik
– kepekaan
panca
indera,
usia,
gender
•Sudut
pandang
– nilai
– nilai
•Faktor
sosial
– sejarah
keluarga
dan
relasi,
jaringan
sosial,
peran
dalam
masyarakat,
status sosial,
peran
sosial
•Bahasa
b.
Faktor
–
faktor
yang berhubungan
dengan
interaksi
•Tujuan
dan
harapan
terhadap
komunikasi
•Sikap
terhadap
interaksi
•Pembawaan
diri
seorang
terhadap
orang lain ( seperti
kehangatan,
perhatian,
dan
dukungan
)
•Sejarah
hubungan
c.
Faktor
situasional
Percakapan
dipengaruhi
oleh
kondisi
lingkungan,
situasi
percakapan
kesehatan
antara
bidan
dan
klien
akan
berbeda
dengan
situasi
percakapan
antara
polisi
dengan
pelanggar
lalu
lintas.
d.
Kompetensi
dalam
melakukan
percakapan
Agar
efektif,
suatu
interaksi
harus
menunjukan
perilaku
kompeten
dari
kedua
pihak.
Keadaan
yang dapat
menyebabkan
putusnya
komunikasi
adalah
:
Kegagalan
menyampaikan
informasi
penting
Perpindahan
topik
bicara
yang tidak
lancer
Salah
pengertian.
Pengaruh pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal
1.
Pemahaman
diri
bertujuan
untuk
mengetahui
dan
mengenal
siapakah
diri
kita.
Apakah
persepsi
anda
dengan
orang lain terhadap
diri
sendiri
sama,
misalnya
mungkin
anda
merasa
sudah
ramah,
namun
menurut
orang lain belum
tentu.
2.
Pemahaman
diri
meliputi
pengetahuan
tentang
siapa
saya,
apa
kelemahan
saya,
apa
kelebihan
saya,
bagaimana
peasaan
saya,
apa
keinginan
saya,
dan
sebagainya.
3.
Alasan
lain
pentingnya
pemahaman
diri
adalah
karena
bidan
bekerja
berhadapan
dengan
berbagai
pengalaman
dan
kondisi
biologis,
psikologis
dan
sosiologis
dari
kliennya.
4.
Bidan
perlu
memahami
bagaimana
menghadapi
kecemasan,
kemarahan,
kesedihan
dan
kegembiraan
klien.
Bidan
harus
tau bagaimana
dirinya
sendiri
bersikap,
apakah
mudah
cemas,
mudah
tersinggung,
dan
sebagainya
sehingga
ia
tahu
keterbatasan
diri
sewaktu
melayani
klien.
5.
Bidan
yang
tidak
memahami
dirinya
sendiri,
kemungkinan
akan
sulit
memahami
apa
yang dialami
klien,
misalnya
tidak
sesuai
dengan
nilai
– nilai
yang dianut
bidan,
bidan
tidak
akan
dapat
berkomunikasi
dengan
baik,
karena
kurang
menerima
klien
apa
adanya.
Komunikasi kepada masyarakat melalui media massa, cetak, dan sosial
Media massa
adalah
media yang digunakan
untuk
komunikasi
massal.
Disebut
demikian
karena
sifatnya
yang massal
misalnya
: pers,
radio, film, dan
televisi.
1.Pers
Pers
dalam
arti
luas
meliputi
segala
barang
yang dicetak
yang ditunjukan
untuk
publik
/ umum
tertentu,
termasuk
juga
buku,
pamflet,
brosur,
juga
sebagainya.
Kelemahan
pers
yang pertama
adalah
tidak
adanya
bunyi
( suara
) yang dapat
membantu
efektifitas
komunikasi.
Kelemahan
kedua
adalah
untuk
membaca
diperlukan
usaha.
2.
Radio
Keseluruhan
sistem
gelombang
suara
yang dipancarkan
dan
stasiun
pemancar
dan
diterima
oleh
pesawat
penerima
di rumah,
di mobil,
di kapal,
dimana
saja.
Kelemahan
radio adalah
bahwa
ia
tidak
dapat
mendemonstrasikan
karena
layarnya
terletak
pada
imajinasi
pendengar
intu
sendiri.
Namun
kelebihannya
terletak
pada
bunyi
– bunyi
yang dapat
mendorong
pembentukan
imajinasi
itu,
yang terdiri
dari
sound effect,
musik,
dan
kata – kata ( dialog ).
3,
Film
Keseluruhan
dari
pita celluloid
atau
sejenisnya
yang mengandung
gambar
– gambar
yang kemudian
dapat
diproyeksikan
pada
layar.
4.
Televisi
Media massa
yang memancarkan
suara
dan
gambar
atau
secara
mudah
dapat
disebut
dengan
radio witlipicture atau
movie at home.
Dari keempat
media massa
di atas
tampaknya
televisi
adalah
yang paling efektif
dan
efisien
dalam
kondisi
sekarang.
Teknik penyebaran informasi kesehatan pada masyarakat melalui media massa, cetak, dan elektronik
•Media
cetak
Dalam
komunikasi
kesehatan,
yang dimaksud
dengan
media cetak
menurut
Susilowati
(2016) adalah
media yang mengutamakan
pesan-pesan
visual, biasanya
terdiri
dari
gambaran
sejumlah
kata, gambar
atau
foto
dalam
tata
warna.
Yang termasuk
media cetak
di antaranya
adalah
booklet, leaflet, flyer
(selebaran),
flip chart
(lembar
balik),
rubrik
atau
tulisan
pada
surat
kabar
atau
majalah,
poster, tabloid, dan
foto
yang mengungkapkan
informasi
kesehatan.
0) agar setiap kelompok dapat bertahan hidup,tumbuh dan berkembang,maka ia harus mempunyai tipe-tipe aktivitas yang pasti dan harus dapat menjaga “sentiment anggota atas
Komentar
Posting Komentar