Komunikasi

1.KOMUNIKASI
      A. Pengertian Komunikasi
  Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan, atau diartikan pula sebagai saling tukar-menukar pendapat. Komunikasi dapat juga diartikan hubungan kontak antar manusia, baik individu maupun kelompok.


UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
Dapat diuraikan mengenai unsur-unsur komunikasi sebagai berikut:
  Sumber
 Komunikator
 Pesan
Channel (Saluran)
  Feed Back (umpan balik)



   KOMPONEN KOMPONEN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
   Komunikasi Verbal
Adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tertulis. Melalui kata-kata, perasaan, emosi, pemikiran, gagasan dll bisa di ungkapkan. Bahasa verbal merupakan sarana utama untuk menyatakan perasaan, pikiran, dan maksud kita. Komunikasi verbal menyangkut beberapa aspek, yakni: vocabulary (perbendaraan kata), racing (kecepatan), intonasi suara, humor, singkat dan jelas, timing (waktu).
a.       vocabulary (perbendaraan kata)
komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti. Olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi verbal ini. Pergaulan, wawasan dan membaca sangat membantu seseorang dalam memperbanyak vocabulary tersebut.

b.      racing (kecepatan)
komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diattur dengan baik. Kecepatan dalam berkomunikasi yang baik adalah tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat.

c.       Intonasi suara
Intonasi atau penekanan suara pada saat berkomunikasi akan mempengaruhi arti pesan secara dramatic sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila di ucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi. Ras suku dan tempat kelahiran atau domisili seseorang akan sangat berpengaruh terhadap intonasi suara saat seseorang tersebut berkomunikasi. Misalnya, orang yang berasal dari Tapanuli atau Batak, Toraja, Ambon akan berbeda dengan mereka yang berasal dari Solo, Yogyakarta, atau lainnya dalam berkomunikasi.

d.      Humor
Komunikasi yang datar dan kurang berdaya humor menimbulkan kesan kaku pada seseorang saat berkomunikasi. Komunikasi yang diselingi dengan humor dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Para ahli memberikan cacatan bahwa kounikasi dapat merupakan terapi karena dapat menimbulkan tawa bagi pendengarnya.

e.       Singkat dan Jelas
Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara jelas dan singkat. Sebaiknya pembicaraan langsung pada pokok pembicaraannya sehingga lebih mudah untuk dimengerti. Pembicaraan yang bertele-tele dan tak langsung kepokok permasalahan sering menimbulkan perasaan jenuh dan kadang tidak menarik. Tetapi, walaupun demikian pada saat-saat tertentu pembicaraan juga perlu penguraian, memerlukan waktu untuk pemahaman dan mengkondisikan orang untuk penasaran menantikan kalimat berikutnya. Misalnya, dalam menyampaikan kabar gembira, pengumuman lomba, menyampaikan hal yang pelik dan menyedihkan, serta penyampaian pada orang yang dalam keadaan sakit.

f.       timing (waktu)
meminta kesediaan atau waktu yang khusus dapat menimbulkan kenyamanan dalam berkomunikasi dibandingkan dengan melakukan komunikasi di tengah kesibukan seperti pagi hari dan saat waktunya istirahat atau tidur. Dengan menyesuaikan waktu yang tepat saat menyampaikan informasi atau berkomunikasi orang yang menerima informasi akan lebih mendengarkan atau memperhatikan apa yang disampaikan.

     Komunikasi Non Verbal
Adalah komunikasi yang tidak menggunakan bahasa secara langsung.Menurut Albert Mehrabian psikolog sekaligus pakar komunikasi Amerika menyebutkan bahwa suara dan gerak tubuh merupakan unsur yang sangat penting dalam berbicara. Suara gerak tubuh dapat membuat perbedaan besar terhadap isi ucapan yang sama. Untuk berbicara dengan baik, unsur nonverbal seperti gerak tubuh harus diterapkan dengan baik. berikut adalah lima unsure non verbal yang sangat berguna:

1.      Penampilan yang baik
seseorang menilai lawan bicaranya dalam waktu yang sangat singkat sehingga kita harus memiliki penampilan yang berkesan. Perhatikan mulai dari gaya rambut begitu juga dengan pakaian. Gunakan pakaian dengan gaya yang baik dalam setiap pertemuan, wawancara, dan presentasi.

2.      Selalu tersenyum
Senyum memiliki daya untuk membuat hati yang melihatnya menjadi gembira dan akan merambat kepada banyak orang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, biasakanlah diri untuk sering tersenyum.
3.      Pupil mata yang membesar dan tatapan yang stabil
Mata adalah jendela hati. Lewat mata kita bisa menyampaikan isi hati dan membaca hati orang lain walaupun tanpa kata-kata. Biasanya pupil mata akan membesar saat kita merasakan kebaikan lawan bicara dan mengecil jika tidak. Tatapan yang stabil saat mengobrol juga sama pentingnya. Siapa yang mau mendengarkan orang yang berbicara dengan mata tidak terfokus atau menatap keluar pintu dan atap? Pendengar juga perlu merasa bahwa orang yang sedang berbicara dengannya tertarik kepadanya. Dengan demikian, ia menyimak ucapan orang tersebut.

4.      Sikap percaya diri
Saat berbicara, tubuh harus tegak dan penuh percaya diri. Jika anda sudah terbiasa memiliki sikap tubuh yang kurang baik, maka hal ini harus segera diperbaiki.

5.      Gestur yang tepat
Gestur tangan memberikan banyak makna bagi lawan bicara. Misalnya, tangan yang mengepal untuk menunjukkan maksud yang kuat atau tangan yang bergerak kesegala arah untuk mengarahkan pandangan. Gestur tangan yang baik biasanya memperlihatkan telapak tangan dan bergerak kedalam keluar. Rajin berlatih di depan kaca akan membuat anda menemukan gestur yang tepat dan terbiasa menggunakan nya.



  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
    Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi pada umumnya ialah kemungkinan berbagai hambatan yang dapat timbul. Oleh karena itu perlu diketahui hambatan-hambatan tersebut, yaitu:
1.      Kebisingan
2.      Keadaan psikologis komunikan
3.      Keadaaan komunikator dan komunikan
4.      Kesalahan penilaian oleh komunikator
5.      Kurangnya pengetahuan komunikator  atau komunikan
6.      Bahasa
7.      Isi pesan berlebihan
8.      Bersifat satu arah
9.      Factor teknis
10.  Kepentingan atau interest
11.  Prasangka
12.  Cara penyajian yang verbalitis atau sebagainya



  BENTUK–BENTUK KOMUNIKASI
Komunikasi dapat kita golongkan dalam empat jenis yakni komunikasi massa,interpersonal,intrapersonal, dan kelompok.
1.      Komunikasi massa
Komunikasi yang menggunakan media massa. Massa adalah  kumpulan orang-orang yang hubungan antarsosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu. Komunikasi massa sangat efisien karena menjangkau daerah yang luas dan audiensi yang praktis tidak terbatas tapi kurang efektif dalam pembentukan sifat persona karena tidak dapat langsung diterima oleh massa.
2.      Komunikasi interpersonal
Proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui panca indra dan system syaraf.
Contoh: berpikir, merenung, menggambar, menulis sesuatu, dll.
3.      Komunikasi intrapersonal
Kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.
Contoh: percakapan tatap muka, korespondensi (komunikasi melalui surat), percakapan melalui telepon, dll.
4.      Komunikasi kelompok
Komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu. Kelompok tertentu adalah suatu kumpulan manusia yang mempunyai antar dan antara hubungan social yang nyata dan memperlihatkan struktur ynag nyata pula.
Bentuk-bentuk komunikasi kelompok adalah: Ceramah,briefing, penyuluhan, dll.     






2. Komunikasi efektif  dan hubungan antar manusia



A.KOMUNIKASI EFEKTIF
a.Pengertian komunikasi efektif
menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih  efektif terjadi apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik pula.
Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak terjadi persepsi (salah paham)
Langkah-langkah membangun komunikasi yang efektif 
1. bertanya
2. mendengarkan
3. mengulang
4. klarifikasi
5. refleksi
6. memfokuskan
7. diam (ketenangan dijaga)
8. memberi informasi
9. menyimpulkan



.HUBUNGAN ANTAR MANUSIA
a.pengertian antar manusia
Hubungan antar manusia satu samalain bersifat action orionted mengandung unsur kejiwaan yang mendalam untuk merubah sikap, pendapat, dan perilaku seseorang. Hubungan antar manusia mempunyai dua pengertian yaitu :
1. hubungan antar manusia dalam arti luas adalah interaksi antara sesorang dengan oranglain dalam segala situasi disemua bidang kehidupan
2. hubungan antar manusia dalamarti sempit adalah interaksi antar seseorang dengan semua orang lain dalam situasi kerja dan dalam organisasi kekaryaan.
b.Tujuan antar hubungan manusia
1. menemukan diri sendiri
2.menemukan dunia luar
3.membentuk dan memelihara hubungan yang bermakna dengan orang lain
4.mengubah sikap dan perilaku sendiri dan orang lain
5.bermain dan hiburan
6.memberikan bantuan
c.Teknik-teknik hubungan antar pribadi
Hubungan pribadi adalah hubungan yang melibatkan perasaan antara dua individu atau lebih. Ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis tapi dalam kontek ini kita hanya menyentuh tentang hubungan antara pribadi karena hubungan jenis ini adalah lebih intim dibandingkan dengan jenis hubungan yang lain.
teknik pengembangan kesadaran diri ini diperoleh melalui tiga cara, yaitu;
1.Tindakan sosial
   Menurut Max Weber, tindakan sosial adalah tindakan seseorang individu yang dapat mempengaruhi individu lain di masyarakat. atindakan sosial dibagi menjadi :(1) Tindakan rasional instrumental, yaitu tindakan yang memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan atau antara efesiensi dengan efektivitas. (2) Tindakan rasional berprestasi nilai, yaitu tindakan yang berkaitan dengan nilai dasar dalam masyarakat. (3) Tindakan tradisional, yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan adat istiadat atau kebiasaan. (4) Tindakan efektif, yaitu tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok berdasarkan perasaan atau emosi.
2. Kontak sosial
   Kontak sosial adalah hubungan antara suatu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial. Kontank sosial dibedakan menjadi : (1) cara pihak yang berkomunikasi baik langsung maupun tidak langsung. (2) Cara terjadinya, yaitu kontak primer maupun kontak skunder.
3. Komunikasi sosial
   Proses komunikasi terjadi saat kontak sosial berlangsung.Secara harfiah komunikasi merupakan hubungan atau pergaulan dengan orang lain.
4. Teori hubungan antar manusia
   Kualitas hubungan antar manusia ditentukan oleh model individu dalam menerapkannya.Teori (model) dan kuaklitas hubungan antar manusia digolongkan menjadi tiga yaitu : (1) Teori transaksional merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkai dan masing-masing personalnya bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan. Kaidah dan teori transaksional selalu dikaitkan dengan hubungan antar manusia yang harus didasarkan pada pertimbangan untung dan rugi (2) Teori peran, merupakan teori yang lebih menekankan pada suatu pergaulan sosial denngan skenario yang sudah disusun di masyarakat. Setiap hubungan antar manusia diatur oleh tekanan kehidupan yang ada di masyarakat dan masyarakat tersebut  mengatur bagaimana setiap manusia harus berperan dalam pergaulan sehari-hari.Teori peran mempertimbangkan keselarasan (harmonisasi) dalam kehidupan sehari-hari.Apabila manusia sebagai individu dapat mengetahui tatanan tersebut, maka kehidupannya akan menujun pada suatu keadaan yang harmonis.Sebaliknya, apabila menyalahi atau tidak sesuai,maka akan dicemooh.(3) Teori permainan, yaitu teori yang memperhatikan fase manusia sepanjang siklus kehidupannya, dimulai sejak masa kanak-kanak, dewasa,sampai tua.Pada masa kanak-kanak,hubungan cenderung bersifat manja.Pada masa dewasa, pergaulan atau hubungan antar manusia menjadi suatu kesadaran, tanggung jawab, dan lugas. Dimasa ini manusia akan menyadari akibat dan resiko dari suatu hubungan sedangkan pada masa tua manusia akan memaklumi kesalahan orang lain dan hubungan diartikan sebagai suatu perasaan saling menyayangi.

d.Teori  Johary Windows
Teori ini merupakan teori yang mengungkapkan tentang tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran mengenai diri kita. Johary Windows digambarkan sebagai segi empat dengan garis tengah yang membelah jendela menjadi dua bagian. Bagian atas menunjukkan bagian diri kita yang diketahui oleh oranglain disebut public self, sedangkan bagian bawah menggambarkan aspek diri kita yang tidak diketahui oleh orang lain disebut sebagai private self.
Bila jendela dibelah kebawah sebelah kiri adalah aspek diri yang kita ketahui, dan sebelah kanan adalah aspek yang tidak diketahui. Jika kedua jendela digabung, maka Johary Windows menjadi lengkap. Lalu tiap kamar dimasukkan konsep-konsep terbuka (open), buta (blind), tersembunyi


Tipe-tipe manusia

 1. Sanguinis
      Orang dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko. Selain itu, tipe sanguin biasanya lemah dalam menoleransi kebosanan, serta akan mencari variasi dan hiburan. Secara alami, sifat ini kadang-kadang negatif dalam memengaruhi hubungan percintaan dan lainnya. Karena kepribadian ini berperilaku mencari kesenangan, banyak orang dengan kepribadian sanguinis cenderung berjuang dengan kecanduan (ingin suatu hal dengan terus-menerus). Orang sanguin juga dikenal sangat kreatif dan bisa menjadi seniman serta penghibur yang hebat dan akan berhasil jika memilih karier di industri hiburan. Kemampuan alami orang sanguinis sangat cocok jika memilih pekerjaan yang berhubungan dengan marketing, travel, fashion, memasak/kuliner, atau olahraga.
 





2. Plegmatis
     Seseorang dengan kepribadian plegmatis biasanya adalah orang-orang yang cinta damai. Tipe ini biasanya mencari keharmonisan antar-pribadi dan hubungan dekat yang membuat orang-orang plegmatis menjadi pasangan yang setia dan orang tua yang penuh kasih. Orang-orang plegmatis suka menjaga hubungan dengan teman-teman lama, anggota keluarga yang jauh, dan tetangga. Dalam hal kepribadian, tipe plegmatis cenderung menghindari konflik dan selalu berusaha menengahi orang lain untuk memulihkan perdamaian dan harmoni. Plegmatis juga sangat suka beramal dan membantu orang lain. Karier yang ideal untuk tipe kepribadian plegmatis antara lain perawat, guru, psikolog, konseling, atau layanan sosial

3. Koleris
    Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan. Orang yang koleris terkenal sangat cerdas, analitis, dan logis, sangat praktis dan langsung, tetapi tipe ini tidak harus menjadi teman baik atau orang yang ramah. Seorang koleris tidak menyukai pembicaraan singkat dan menikmati percakapan yang mendalam dan bermakna. Mereka lebih suka sendirian daripada di perusahaan dengan orang berkepribadian lemah. Idealnya, tipe ini suka menghabiskan waktu bersama orang-orang yang memiliki minat profesional yang serupa. Pekerjaan ideal untuk seorang koleris terkait dengan industri tentang pengelolaan, teknologi, statistik, teknik, pemrograman
 
4. Melankolis
    Orang-orang dengan kepribadian melankolis menyukai tradisi. Misalnya wanita memasak untuk laki-laki, laki-laki membuka pintu bagi wanita. Tipe melankolis rata-rata mencintai keluarga dan teman-temannya, tidak seperti orang-orang sanguinis. Melankolis tidak suka mencari hal-hal baru dan petualangan dan bahkan cenderung akan sangat menghindarinya. Seseorang dengan kepribadian melankolis tidak mungkin menikah dengan orang asing atau meninggalkan tanah airnya ke negara lain. Orang yang melankolis juga dikenal sangat sosial dan berupaya berkontribusi pada komunitas, sangat teliti dan akurat. Tipe ini adalah manajer yang fantastis dengan kepribadian yang baik. Karier yang sempurna untuk tipe kepribadian melankolis antara lain dalam bidang pengelolaan/ manajemen, akuntansi, pekerjaan social, atau bagian administrasi.



3. Mendengar aktif dan bertanya efektif

 Pengertian Mendengar Aktif 
Mendengar aktif adalah suatu keterampilan dasar kemunikasi bagi bidan untuk menghimpun informasi sebanyaknya untuk menegakkan diagnosa dengan baik dan memberikan umpan balik / merefleksi isi ucapan dan perasaan klien.



Tujuan mendengar aktif 
1. Mendorong klien untuk berbicara. 
 2. Menunjukkan minat dan perhatian kita terhadap klien. 
3. Memberi arahan percakapan terhadap klien. 
4. Meningkatkan kesadaran konselor terhadap perasaan klien. 
5. Untuk memperoleh informasi.
6. Memberi suatu arahan percakapan terhadap klien.
Teknik mendengar aktif 
1. mendengar pasif (diam), dilakukan jika klien sedang menceritakan masalah nya : contohnya mengebu gebu dalam menceritakan masalahnya dengan ekspresi kesal dan sedih, bercerita tidak henti hentinya.
2. Memberi tanda perhatian verbal dan non verbal dilakukan sewaktu klien berbicara panjang tentang peristiwa yang terjadi pada dirinya contohnya hmm,ya, lalu, oh begitu, terus atau sekali mengangguk. 3. Membuka pembicaraan, undang untuk beerbicara ( mengajukan pertanyaan untuk mendalami dan klarifikasi) contohnya mengajukan pertanyaan dilakukan apabila konslor belum puas dengan jawaban yang diberikan klien. 
4. Mendengar aktif, yaitu memberikan umpan balik / refleksi isi ucapan dan perasaan yaitu merangkum, merefleksikan isi ucapan.


Prinsip mendengar aktif 
1. Menerima orang lain apa adanya. 
2. Menghargai perasaan orang lain. 
3. Toleransi terhadap keanehan orang lain, dengan cara konsentrasi pada isi bukan cara bicaranya. 
 4. Perhatian penuh dan terpusat kepada pasien dan pandangan sesekali menatap wajah pasien dalam batas wajar. 
5. Mendengarkan segala sesuatu yang di kemukakan oleh pasien, memperhatikan perasaaan dan perilakunya.
6. Duduk menghadap klien dengan nyaman, menghindari gerakan yang mengangggu. 
7. Melakukan pengulangan / refleksi supaya ada pemahaman.


Faktor penghambat mendengar aktif 
1. Sikap mendengar acuh tak acuh, tidak ada kontak mata. 
2. Kegagalan mengikuti orang lain berbicara (interupsi dini). 
 3. Mulai berbicara cerita anda sendiri (bedakan dengan membuka diri). 
4. Kehilangan pikiran sejenak. 
5. Bereaksi secara impulsive (tuhan ampun deh). 
 6. Memberikan nasehat sangat awal. 
7. Memberikan nilai 8. Mengekspresikan asumsi diri pada pasien.


 Teknik bertanya efektif 
1. Gunakan intonasi suara yang menunjukan perhatian, minat dan keakrapan. Jangan terlalu cepat / lambat atau terlalu keras atau lemah.
2. Gunakan kata kata yang dipahami klien, karna bahasa bahasa ilmiah yang tidak dipahami klien tidak akan bisa terjawab atau bahkan menyebakan salah arti. 
3. Ajukan pertanyaan pertanyaan satu persatu. Jangan mengejukan beberapa pertanyaan sekaligus karna ini tidak efektif 
4. Tunggu jawaban dengan penuh minat jangan memotong biarkan klien menyelesaikan kalimatnya karna pemotongan ditengeh kalimat bisa menimbulkan salah presepsi. 
5. Gunakan kata kata yang mendorong klien untuk tetap bicara (bagaimana ?,dan, lalu,maksudnya?) 6. Bila harus menanyakan hal yang sangat pribadi, jelaskan mengapa hal itu harus ditanya. 
7. Hindari penggunaan tanda “mengapa”karna kemungkinan klien dapat merasa disalahkan.


Manfaat bertanya efektif
  1. Membuat orang yang anda ajak bicara memahami / mencoba memahami.
  2. Mendorong seseorang untuk cerita seperti dialami benar benar. 
  3. Memperjelas pecakapan antara anda sebagai pendengar dan pembicara.
  4. Memberikan penjelasan untuk menceritakan hal hal yang ingin diceritakannya. 
  5. Mecegah pembuatan kesimpulan secera terburu buru.



4.Pengambilan keputusan dalam klien dalam pelayanan asuhan kebidanan




PENGERTIAN KLIEN

            Klien atau pelanggan ( customer ) adalah orang yang akan mendefinisikan hasil dari proses yang diberikan ( puas/tidak puas ) .

Menurut Vincent, pelanggan adalah semua orang yang menuntut kita atau perusahaan kita untuk memenuhi suatu standar kualitas tertentu dan karena itu akan memberi pengaruh pada kinerja staff atau perusahaan.

Pelanggan dalam pelayanan kebidanan adalah orang yang langsung menerima jasa pelayanan yang diberikan dan menikmati pelayanan atau asuhan yang diberikan.
            Vincent dalam bukunya Total Quality Management, memberi beberapa definisi tentang pelanggan atau klien yaitu pelanggan adalah orang yang tidak bergantung pada kita, tetapi kita bergantung kepadanya, pelanggan adalah orang yang membawa kita kepada keinginannya dan pelanggan adalah orang teramat penting yang harus dipuaskan.



ORANG-ORANG YANG DISEBUT KLIEN DALAM ASUHAN KEBIDANAN

            Orang-orang yang disebut pelanggan atau klien dalam pelayanan kebidanan adalah :

1.      Bayi baru lahir
2.      Balita
3.      Remaja putri
4.      WUS ( Wanita Usia Subur )
5.      PUS ( Pasangan Usia Subur )
6.      Pasutri ( pasangan suami istri )
7.      Wanita pada masa pra-menopause, menapouse, dan pascamenopause


LINGKUP/BIDANG KONSELING KEBIDANAN
            1. Konseling pada anak-anak
Seorang anak membutuhkan bimbingan dan dukungan moral dan fisik dari keluarga yang juga akan mengatur cara pandang mereka. Karenanya hubungan anak dengan anak lainnya didasarkan pada keyakinan, presfektif, aturan dan nilai keluarga.memahami kebutuhan anak, sangat diperlukan dalam membantu menyikap perilaku emosional mereka. Anak-anak perlu merasa dihargai dan bangga terhadap diri sendiri. Jadi peran kita sebagi bidan terhadap konseling anak-anak adalah memahami bagaimana pola pikir mereka yang belum terlalu luas dan mengajari mereka tentang hal-hal kecil yang mana yang baik dan mana yang tidak baik. Karena diusia anak-anak terkadang mereka cepat menangkap apa yang didengar oleh mereka. 
            2. Konseling pada remaja
Remaja merupakan aset bangsa yang sangat menentukan bagaimana kualitas bangsa dimasa mendatang baik kualitas kepribadian, kesehatan, maupun pendidikannya. Saat ini masalah pendidikan dan kesehatan remaja menjadi topik pembicaraan diberbagai kalangan.
Bidan sebagai tenaga kesehatan dan anggota masyarakat, bertanggungjawab terhadap permasalaha yang diadapi remaja. Untuk itu, peranan bidan sebagai konselor akan sangat membantu dalam penangan masalah remaja. Menjadi tugas bidan untuk memberikan bimbingan dan konseling sehingga dapat membantu meningkatkan derajat reproduksi remaja.
            Topik konseling remaja yang dapat diberikan bidan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.      Remaja dan kesehatan reproduksi remaja
2.      Seksualitas
3.      Pengenalan organ reproduksi laki-laki dan perempuan
4.      Proses terjadinya kehamilan, kehamilan yang tidak dikehendaki, dan aborsi yang tidak aman.
5.      IMS dan HIV/AIDS
6.      Isu gender
7.      Narkoba dan zat adiktif
8.      Hubungan dengan pasangan sebelum dan sesudah menikah
9.      Kekerasan pada remaja  
Bidan sebagi konselor melaksanakan konseling terhadap remaja yang bermasalah juga kepada keluarga sebagai orang tua, bertujuan antara lain:
1.      Mencegah upaya abortus provokatus
2.      Mendorong ibu ( remaja yang hamil ) untuk mencari pelayanan kesehatan
3.      Mempersiapkan kelahiran bayi secara normal
4.      Mempersiapkan ibu dan keluarga agar menerima kelahiran bayi
5.      Pada orang tua remaja, mendorong untuk diresmikannya pernikahan putra putrinya
3        .  Konseling pada ibu atau calon orangtua
Aktivitas konseling calon orangtua/menjad orangtua membantu pemahan diri untuk menjadi orangtua baik sebagai ayah maupun sebagai ibu. Ketika masuk masa transisi terjadi suatu gejolak yang dialami oleh individu walaupun sifatnya hanya sementara. Pada saat itu, individu merasakan adanya masalah yang harus dihadapi yang merupakan upaya adaptasi pada situasi yang alami.
Salah satu peran bidan ketika menghadapi klien adalah melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling kebidanan. Untuk memperjelas arah pembelajaran konseling kebidanan pada orangtua, perlu ada pemahaman terlebih dahulu tentang bagaimana menjadi orangtua, tanggungjawab suami sebagi kepala keluarga dan sebagai ayah dan tanggungjawab perempuan sebagi ibu dalam keluarga.
                        Masalah yang sering dihadapi keluarga antara lain :
1.      Kesehatan anggota keluarga, meliputi kondisi kesehatan ayah/suami,ibu/istri dan anak.
2.      Pendidikan, meliputi pendidikan formal dan non formal bagi anggota keluarga. Latar belakang pendidikan ayah dan ibu sangat berpengaruh terhadap pola pikir keluarga dalam menentukan pendidikan pada anaknya.
3.      Hubungan antara dan inter keluarga, sangat berpengaruh terhadap kehidupan keluarga terutama hubungan ibu dan ayah yang biasanya menjadi model bagi anak-anaknya. Hubungan ini menjadi pola perilaku anak dimasyarakat dan diluar keluarga. Hungan keluarga menjadi kurang harmonis karena ketidak samaan pandangan.
4.      Psikososial, masalah psikososial biasanya terjadi akibat terciptanya adaptasi dimasyarakat, terutama terhadap norma dan tata nilai yang berlaku dalam masyakat.
Bidan dapat memberi layanan konseling kebidanan pada calon pengantin, maupun pasangan baru yang akan masuk dalam kehidupan keluarga.      
4        . Konseling masa antenatal atau konseling pada ibu hamil
Konseling pada masa antenatal terutama ditujukan pada ibu dengan kehamilan pertama, dalam hal ini bidan perlu menginformasikan beberapa hal:
Perubahan pada trisemester pertama:
1.      Perubahan pada fisik pada ibu hamil :
a.       Mual yang dapat disertai muntah
b.      Enggan makan dan mengidam
c.       Perubahan payudara
d.      Keletihan dan rasa mengantuk
e.       Sering berkemih
f.       Rasa perut panas, gangguan pencernaan, kembung.
2.      Perubahan psikologis pada ibu hamil
a.       Merasa tidak nyaman
b.      Muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan
c.       Perasaan tidak menentu yang tidak diketahui penyebabnya
Perubahan pada trisemester kedua:
1.      Perubahan fisik
a.       Ibu masih merasa letih
b.      Frekuensi sering berkemih mulai berkurang
c.       Berkurangnya mual dan muntah
d.      Kadang-kadang sembelit
e.       Nafsu makan bertambah dll
2.      Perubahan psikologis
a.       Ibu sudah merasa sehat
b.      Ibu sudah bisa menerima kehamilannya
c.       Merasakan pergerakkan janin
d.      Merasa terlepas dari ketidak nyamanan dan kekhawtiran
Perubahan pada trisemester ketiga:
1.      Perubahan fisik
a.       Sesak nafas
b.      Nyeri punggung
c.       Nyeri tekan payudara
d.      Sering berkemih
e.       Konstitasi dll
2.      Perubahan psikologis
a.       Rasa tidak nyaman timbul lagi, merasa dirinya jelek, aneh dan tidak menarik
b.      Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan
c.       Merasa sedih karena akan terpisah dengan bayinya
d.      Merasa kehilangan perhatian
Bidan sebagi konselor dalam konseling pada ibu hamil harus memperhatikan umur kehamilan dan keadaan ibu pada saat itu. Pada tahap awal konseling, selalu diadakan hubungan yang mengenakan seperti pelaksanaan konseling pada umumnya.
5.      Konseling pada ibu bersalin ( melahirkan )
Konseling pada ibu melahirkan/pemberian bantuan pada ibu yang melahirkan dengan kegiatan bimbingan proses melahirkan. Tujuan aktivitas ini untuk kesejahteraan ibu dan proses kelahiran dapat berjalan dengan semestinya.
Keberhasilan proses persalinan sampai terjadi kelahiran bayi ditentukan oleh empat faktor yang mencakup : (1). Psikis, adalah keberadaan mental dan emosional ibu. (2). Power, merupakan kekuatan otot-otot uterus dan otot abdomen. (3). Passegeway, terdiri atas vagina, introitus vagina, dan tulang panggung. (4). Passenger, merupakan hasil konsepsi, janin, plasenta, dan cairan amnion yang memberi pengaruh terhadap persalinan.
Konseling pada ibu bersalin dapat dibagi menjadi beberapa tahap yaitu tahap 1, tahap 2, tahap 3, tahap 4.
6.      Konseling pada ibu nifas
Bantuan konseling pada ibu nifas, meliputi : adaptasi pada masa nifas, teknik menyusui dan perawatan payudara atau manajemen laktasi. Pemahaman klien terhadap keadaan pada dirinyaperlu memperoleh batuan, adanya perasaan nyerisetelah bersalin, engorgement, proses involusi, proses lokhea, laktasi. Pelaksanaan asuhan kebidanan dengan rawat gabung (rooming in) yang artinya pelaksanaan rawat gabung ibu dan bayainya. Dalam keadaan tersebut, ibu diajak untuk mulai memperhatikan bayinya dan mulai melakukan kedekatan antara ibu dan bayinya.dalam proses konseling, bidan sebagai konselor harus mampu mendengarkan klien dan melaksanakan bimbingan dan pelatihan kepada ibu dalam rangka memandirikan ibu dalam rangka merawat dan memenuhi kebutuhan bayinya.bidan memeriksa keadaan pundus uteri dengan penuh kelembutan perabaan serta melakukan komunikasi dengan klien dan menerima segala keluhan klien. Bidan membimbing klien dalam melaksanakan proses penyesuaian yang baik pada proses rawat gabung. Bidan mencontohkan cara memengang bayi dengan kasih sayang penuh.
7.      Konseling keluarga berencana
konseling merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan kb. Dengan melakukan konseling, berarti petugas membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan pilihan. Disamping itu dapat membuat klien merasa lebih puas. Konseling yang baik juga akan membantu klien dalam menggunakan kontrasepsi yang lebih lama dan meningkatkan keberhasilan kb. Konseling juga dapat mempengaruhi intraksi antara petugas dan klien dengan cara meningkatkan kebutuhan dan kepercayaan yang sudah ada. Namun sering kali konseling diabaikan dan tidak dilaksanakan dengan baik, karna petugas tidak memepunyai waktu dan mereka tidak mengetahui bahwa dengan koseling klien akan lebih mudah mengetahui nasihat. Konseling adalah proses yang berjalan dan menyatu dengan semua aspek pelayanan kb  dan bukan hanya informasi yang dibicarakan dan diberikan pada satu kesempatan yakni pada saat pemberian pelayanan. Teknik konseling yang baik dan informasi yang memadai harus diterapkan dan dibicarakan secara intrakstif sepanjang kunjungan klien dengan cara yang sesuai dengan kebudayaan yang ada. Pelayanan kb mencangkup pelayanan alat kontrasepsi, penanggulangan efek samping, dan komplikasi alat kontra sepsi. Pada pelayanan tersebut terjadi keterlibatan secara utuh, baik dari tenaga pelayanan maupun klien yang menjadi sasaran. Pendekatan pelayanan yang digunakan adalah pendekatan secara medik, dan konseling.
Informasi awal pada saat konseling kb adalah manfaat kb terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga, jenis metode dan alat kontrasepsi, efek samping dan cara penanggulangannya, komplikasi dab cara penanggulangannya.


PEMBERIAN INFORMASI EFEKTIF DALAM MENGAMBIL

        KEPUTUSAN
Pemberian informasi dilakukan setelah mendengarkan dengan aktif masalah klien dan pertanyaan klien tentang informasi. Konseling bukan proses pemberian informasi, tetapi dalam proses konseling mengandung unsur-unsur pemberian informasi konselor memperoleh data atau informasi tentang keadaan dan kebutuhan klien dan informasi yang diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan klien.
Pemberian informasi efektif, bila :
1.      Informasi yang diberikan spesifik, dapat membantu klien dalam mebuat keputusan
2.      Informasi disesuaikan dengan situasi klien, dan mudah dimengerti
3.      Diberikan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a.       Singkat, dan tepat ( pilih hal-hal penting yang perlu diingat klien )
b.      Menggunakan bahasa sederhana
c.       Gunakan alat bantu visual sewaktu menjelaskan
d.      Memberikan kesempatan klien bertanya dan minta klien mengulang hal-hal penting yang perlu diingat .

 UPAYA MENGATASI KESULITAN PADA KLIEN
Tiap individu harus paham akan dirinya. Dengan pemahaman terhadap diri maka kita akan bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang terjadi saat komunikasi yang berasal dari komunikator atau bidan sendiri. Adapun untuk memperlancar komunikasi/konseling persiapan materi, bahan, alat yang bisa mempermudah penerimaan klien terhadap apa yang akan kita sampaikan perlu dipersiapkan sebelumnya. Sebagai seorang bidan kita harus menguasai ilmu komunikasi sehingga dapat melakukan konseling dengan baik pada semua klien dengan bermacam karakter dan keterbatasan mereka.

Beberapa pakar mengemukakan bahwa kearifan merupakan dasar kepribadian konselor efektif. Kearifan merupakan konsep lama dan lintas kultural, sebagai suatu perangkat ciri-ciri kongnitif dan afektif tertentu yang secara langsung pada keterampilan dan pemahaman hidup. Karakteristik kearifan meliputi : aspek efektif dan kesadaran yang meliputi empati, kepeduliaan, pengenalan rasa, deotomatisasi ( menolak kecenderungan kebiasaan, perilaku dan pola berfikir otomatik, menekankan kesadaran tindakan dan pilihan yang bertanggungjawab), aspek kongnitif meliputi penalaran dialetik ( mengenal konteks, situasi, berorientasi pada perubahan yang bermanfaat ) dll.
  
5.Komunikasi kelompok dalam praktek kebidanan 



Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sma lain untuk mencapai tujuan bersama,mengenal satu sama lain,dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.kelompok ini misalnya adalah keluarga,kelompok diskusi,kelompok pemecahan masalahan,atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.

A. MANFAAT KEGIATAN KELOMPOK

Kegiatan kelompok di gunakan untuk saling bertukar informasi,menambah pengetahuan,memperteguh dan mengubah sikap dan prilaku.kelompok menjadi kerangka rujukan dalam berkomunikasi untuk membentuk dan melaksanakan suatu kegiatan.berikut ini adalah manfaat dari kegiatan kelompok :
- Memenuhi kebutuhan sosial
- Membentuk konsep diri
- Memberi atau menerima dukungan dan bantuan
- Berbagi dengan orang lain
- Menambah wawasan
- Menambah rasa solidaritas antar anggota kelompok

B. KLASIFIKASI KELOMPOK


1.   Kelompok primer dan skunder
Charles Horton Cooley mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab,personal dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab,tidak personal,dan tidak menyentuh hati kita.kelompok ini di bedakan berdasarkan karakteristik komunikasinya,sebagai berikut :

-kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan luas

        Dalam artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (prilaku yang kita tampak kan dalam suasana privat saja)

        Luas artinya,sedikit sekali kendala yang menentukan tantangan dan cara berkomunikasi.

Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas
- komunikasi pada kelompok primer bersifat personal,sedangkan sekunder non personal.
- komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan dari pada aspek isi,sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya
-komunikasi kelompok primer cendrung sekunder intrumental
- komunikasi kelompok primer cendrung informal,sedangkan kelompok formal

  

Menurut homan(195
1.   KELOMPOK KEANGGOTAAN DAN KELOMPOK RUJUKAN

Theodore Newcomb(1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan
(membership group) dan kelompok rujukan (refence group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota anggota nya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur ( standar ) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Jika menggunakan kelompok tertentu sebagai teladan sebagai mana seharusnya bersikap , kelompok itu menjadi kelompok rujukan positif, dan jika menggunakan sebagai teladan bagaimana seharusnya tidak bersikap,kelompok tertentu tersebut menjadi kelompok rujukan negatif. Kelompok yang terkait dengan kita secara nominal adalah kelompok rujukan kita,sedangkan yang memberikan kepada identitas psikologis adalah kelompok rujukan. Kelompok rujukan akan mempengeruhi prilaku manusia,termaksud prilaku dalam berkomunikasi


2.   KELOMPOK DESKRIPTIF DAN KELOMPOK PRESKRIPTIF

John F. Cragan dan David w. Wright (1980) mebangi kempok menjadi dua yaitu :

Deskriptif dan Preskriptif. Deskriptif  menunjukan klasifikasi kelompok dengan menlihat proses membentuknya secara alamiah,sedangkan kategori Preskriptif mengklasifikasikan kelompok menurut langkah-langkah rasional yang harus di lewati oleh anggota kelompok untuk mencapai tujuan nya. Kelompok Preskriptif mengacu pada langkah-langkah tujuan kelompok.

PENGORGANISASIAN KEGIATAN KELOMPOK

Organisasi adalah sekelompok yang terlibat dalam suatu sistem,sekelompok orang berkerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.Organisasi adalah tempat orang berkumpul dan menyaalurkan pendapat dan mempunyai tujuan yang sama melalui suatu proses penyamaan visi dan misi .

Pengertian menurut beberapa ahli,Gibson (1982) Pengorganisasian meliputi semua kegiatan manajerial yang dilakukan untuk mewujudkan kegiatan yang di rencanakan menjadi suatu struktur tugas,wewenang,dan menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas tertentu untuk mencapai tugas yang di inginkan organisasi.
Koontz (1986) mengatakan pengorganisasian adalah penetapan struktur peranan internal dalam suatu lembaga yang terorganisasi secara formal.pengorganisasian di artikan sebagai keseluruhan proses untuk memilih orang-orang serta mengaplikasikan sarana dan pra sarana untuk menunjang tugas-tugas orang itu dalam organisasi,pengorganisasian di maksud kan mengatur mekanisme kerja organisasi,sehingga dengan pengaturan tersebut dapat menjamin pencapaian tujuan. Sedangkan Sagala (2008) mengatakan salah satu prinsif pengorganisasian adalah terbaginya semua tugas dalam berbagai unsur organisasi secara proporsional,dengan kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstruktur kan tugas-tugas kedalam sub-sub atau komponen-komponen organisasi.
F.  LANGKAH-LANGKAH PENYELENGGARAAN KEGIATAN KELOMPOK

1. PERENCANAAN KEGIATAN
untuk mempersiapkan suatu kegiatan kelompok ada 8 pertanyaan inti sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan meliputi :
a. Apa masalah atau topik kegiatan
Berkaitan dengan pesan yang ingin di sampaikan pada kegiatan kelompok.
             b. Siapa yang menjadi peserta kegiatan
                Hal-hal yang perlu di perhatikan berkaitan dengan karakteristik peserta :
                -jumlah peserta kegiatan
                -latar belakang peserta (usia,tingkat pendidikan,bahasa yang                                digunakan,budaya atau istiadat  masyarakat setempat).
                -Pengetahuan peserta tentang masalah yang akan di bahas atau di sampaikan
       -Kesanggupan atau kemampuan peserta untuk ikut hadir dalam kegiatan  dan  hal-hal apakah yang membuat peserta tertarik & bertahan mengikuti kegiatan
    -Alasan-alasan peserta untuk mendapatakan informasi atau layanan dari bidan.
                c. Sasaran Kegiatan
                Perubahan yang diharapakan dari peserta setelah mengikuti kegiatan.
d. Dimana dan berapa lama waktu yang di gunakan untuk mencapai sasaran
 persiapan yang di perlukan untuk mencapai sasaran dan pertimbangkan perlu pembagian dalam beberapa sesi
                e.  Metode yang sesuai untuk kegiatan.
                f. Perlengkapan yang digunakan (alat bantu visual atau audio)
                g. Pertanyaan-pertanyaan atau pencairan kelompok yang digunakan untuk
                         memberikan  semangatan atau memulai kegiatan.
                h. Evaluasi efektifisan kegiatan
2. MEMPERSIAPKAN TEMPAT
Meliputi :
a. Persiapan ruangan dan perlengkapannya.
b. Persiapan alat tulis,alat bantu visual,materi cetak dalam jumlah yang cukup.
c. Persiapan tempat duduk.
d. Pengeras suara.
e. Melektakkan alat bantu visual pada tempat yang sesuai dengan kebutuhan.


3. MELAKSANAKAN KEGIATAN KELOMPOK
Kegiatan kelompok yang baik harus memiliki struktur atau kesinambungan. Oleh karna itu,setiap kegiatan kelompok memiliki bagian sebagai berikut :

a. Pembukaan yang efektif
Pembukaan akan menentukan jalan nya presentasi atau diskusi kelompok.pembukaan dapat membuat sukses atau meninggalkan kegiatan tersebut.Pembukaan yang baik akan menarik perhatian peserta,membina hubungan baik dengan peserta,memperkenalkan topik,tujuan kegiatan dan pentingnya kegiatan untuk peserta dan mengantisipasi kelanjutan presesntasi atau diskusi.pada pembukaan kegiatan lakukan pencairan kelompok dengan menggunakan lelucon-lelucon atau pertanyaan-pertanyaan yang dapat membuat para peserta merasa lebih santai
b. Bagian Utama dari Kegiatan
mencakup informasi-informasi utama yang perlu di berikan selama kegiatan. Bagian ini di organisasikan sebagai sebuah daftar mengenai pokok-pokok utama.setiap pokok ini memliki bukti-bukti yang mendukung seperti fakta-fakta,angka-angka,contoh-contoh,dan rasional-rasional bagi presentasi.selain itu,peragaan,permainan,bermain peran,dan lain-lain.
c. Bagian Penutup
merupakan salah satu bagian terpenting dari keseluruhan kegiatan.sehingga perlu meringkas atau menyatakan kembali pokok terpenting dan berisikan pertanyaan bersifat menguntungkan dimana menjelaskan kepada para peserta tentang penting nya tema kegiatan bagi para peserta.
4. Mengevaluasi Kegiatan kelompok
Evaluasi adalah bagian penting dalam sebuah proses komunikasi. Yang penting mengevaluasi kegiatan kelompok adalah waktu melakukan nya dan bagaimana melakukan nya. Mengevaluasi kegiatan kelompok merupakan hal penting karna :
a. Mengetahui kebutuhan para peserta untuk mempersiapkan.
b. Menganalisa kebutuhan para peserta untuk mempersiapkan pembicaraan di masa mendatang.
c. Memperbaiki Pelaksanaan kegiatan dimasa yang akan datang.
d. Mengetahui dampak dari kegiatan kelompok dan menentukan apakah tujuan tercapai.
G. MEMBANGUN KELOMPOK
Pengertian :
Membangun tim adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk membangun kerja kelompok dalam suatu organisasi. Pada prinsipnya kita memerlukan kelompok untuk memperbaiki kinerja kelompok yang dimiliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu di pertimbangkan dalam pelaksaan kelompok,antara lain :
1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
2. Pucuk pimpinan yang jarang berpikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok.
3. Terjadi kurang perngertian antar sesama anggota kelompok,tidak ada arahan dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok,sehingga kelompok kehilangan arah kerja.
4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat berkerja sama dalam kelompok.
5. Kurang nya rasa percaya diri antar sesama anggota tim,tidak dapat di capai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktauan akan kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota.
H.            STRATEGI MENGHADAPI KELOMPOK PESERTA YSNG KURANG MENDUKUNG KELANCARAN KEGIATAN

1.   Tipe pasif
Strategi bidan adalah :
- Ajukan pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
- Minta lah mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
- Mintalah menulis komentar atau jawaban pertanyaan
- Berikan inisiatif kecil
- Merubah metode menyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
2.   Tipe Agresif
Strategi bidan adalah :
-Ajukan pertanyaan tentang sebab sikap agresif nya
misalnya : “Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?”
-Berikan kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan.
-Jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok,cek dengan kelompok
(Apakah semua orang berpikir seperti ini).
-Presentasikan data
-Prakarsai diskusi secara pribadi.
3.   Tipe banyak bicara
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
4.   Tipe Pesimis
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
5.   Tipe Pelawak
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.




I.     PERAN BIDAN SEBAGAI KOMUNIKATOR DALAM KOMUNIKASI KEBIDANAN YANG MENCERMINKAN DALAM DAYA KASIH KRISTUS

Perawatan  kebidanan merupakan bentuk pelayanan profesional yang diberikan oleh bidan kepada individu,keluarga,masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan,khusus nya pelayanan kebidanan.Dalam  memberikan  pelayanan kebidanan ini, peranan komunikasi antara bidan dengan klien sangat menentukan keberhasilannya dan mutu pelayanan yang diberikan.
Pada intinya bidan sebagai komunikator harus mampu mentransformasikan proses penyusuaian terhadap klien.sehubungan dengan hal tersebut, maka bidan sebagai komunikator mempunyai peranan dan keharusan sebagai berikut :

1.Sebagai penyampai pesan,seorang bidan harus mempersiapkan pesan yang akan di sampaikan sebaik-baiknya dan mudah di mengerti oleh klien,sesuai dengan latar belakang dan kondisi.
2. Pesan yang telah di siapkan dengan baik, dalam menyampaikan dengan  klien dapat dilaksanakan dengan verbal maupun non verbal. Sikap,penampilan, dan ekspresi klien harus mencerminkan rela membantu tanpa pamrih.
3. Jika pesan yang akan di sampaikan akan menimbulkan kegoncangan pada psikologis klien, dan pesan itu harus di sampaikan, maka bidan harus mempersiapkan klien sehingga klien betul-betul siap menerima keadaan yang paling buruk.
4. Setiap menyampaikan pesan,perlu di perhatikan psikologi klien, jangan sampai pesan yang bersifat rahasia di sampaikan di hadapan klien lain nya.

6.  Komunikasi Interpersonal



Komunikasi Interpersonal
 diperlukan dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan yang menyangkut hubungan atau interaksi antara klien dengan perawat atau bidan. Interaksi tersebut mempunyai sifat manusiawi dan memiliki ciri khas. Interaksi itu berlandaskan komunikasi antar sesama manusia, baik dalam hubungan layanan kesehatan secara individual maupun secara kelompok. Sementara itu, komunikasi yang terjadi antara seorang tenaga kesehatan dengan kliennya pada dasarnya adalah komunikasi interpersonal. 

Tujuan komunikasi interpersonal
  Komunikasi interpersonal dalam konseling merupakan suatu action oriented, ialah suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan tertentu. Tujuan komunikasi interpersonal dalam konseling bermacammacam, diantaranya :

1. Mengungkapkan perhatian pada orang lain
  Dalam hal ini bidan berkomunikasi dengan cara menyapa, tersenyum, melambaikan tangan, membungkukan badan, dan menanyakan kabar kesehatan klien

2. Menemukan diri sendiri

  Artinya bidan melakukan komunikasi karena ingin mengetahui dan mengenali karakteristik diri pribadi berdasarkan informasi dari orang lain.

3. Menemukan dunia luar

  Dengan komunikasi ini, diperoleh kesempatan untuk mendapatkan berbagai informasi yang actual. Misalnya saat bidan memberikan informasi tentang program keluarga berencana sehingga klien dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengikuti program KB.

4. Membangun dan memelihara hubungan yang harmonis

  Sebagai makhluk sosial, salah satu kebutuhan setiap orang yang  paling dasar adalah membentuk dan memelihara hubungan baik dengan orang lain.

Faktor penghambat komunikasi interpersonal
a. faktor individual

  Orientasi cultural ( keterikatan budaya ) merupakan faktor individual yang dibawa seseorang dalam melakukan interaksi. Orientasi ini merupakan gabungan dari :

Faktor fisikkepekaan panca indera, usia, gender

Sudut pandangnilainilai

Faktor sosialsejarah keluarga dan relasi, jaringan sosial, peran dalam masyarakat, status sosial, peran sosial

Bahasa

b. Faktor faktor yang berhubungan dengan interaksi

Tujuan dan harapan terhadap komunikasi

Sikap terhadap interaksi

Pembawaan diri seorang terhadap orang lain ( seperti kehangatan, perhatian, dan dukungan )

Sejarah hubungan

c. Faktor situasional

Percakapan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, situasi percakapan kesehatan antara bidan dan klien akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar lalu lintas.

d. Kompetensi dalam melakukan percakapan

Agar efektif, suatu interaksi harus menunjukan perilaku kompeten dari kedua pihak. Keadaan yang dapat menyebabkan putusnya komunikasi adalah :

Kegagalan menyampaikan informasi penting

Perpindahan topik bicara yang tidak lancer

Salah pengertian.

Pengaruh pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal

1. Pemahaman diri bertujuan untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita. Apakah persepsi anda dengan orang lain terhadap diri sendiri sama, misalnya mungkin anda merasa sudah ramah, namun menurut orang lain belum tentu.

2. Pemahaman diri meliputi pengetahuan tentang siapa saya, apa kelemahan saya, apa kelebihan saya, bagaimana peasaan saya, apa keinginan saya, dan sebagainya.

3. Alasan lain pentingnya pemahaman diri adalah karena bidan bekerja berhadapan dengan berbagai pengalaman dan kondisi biologis, psikologis dan sosiologis dari kliennya.
       4. Bidan perlu memahami bagaimana menghadapi kecemasan, kemarahan, kesedihan dan kegembiraan klien. Bidan harus tau bagaimana dirinya sendiri bersikap, apakah mudah cemas, mudah tersinggung, dan sebagainya sehingga ia tahu keterbatasan diri sewaktu melayani klien.

      5. Bidan yang tidak memahami dirinya sendiri, kemungkinan akan sulit memahami apa yang dialami klien, misalnya tidak sesuai dengan nilainilai yang dianut bidan, bidan tidak akan dapat berkomunikasi dengan baik, karena kurang menerima klien apa adanya.

 
Komunikasi kepada masyarakat melalui media massa, cetak, dan sosial
  Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massal. Disebut demikian karena sifatnya yang massal misalnya : pers, radio, film, dan televisi.

1.Pers

  Pers dalam arti luas meliputi segala barang yang dicetak yang ditunjukan untuk publik / umum tertentu, termasuk juga buku, pamflet, brosur, juga sebagainya. Kelemahan pers yang pertama adalah tidak adanya bunyi ( suara ) yang dapat membantu efektifitas komunikasi. Kelemahan kedua adalah untuk membaca diperlukan usaha.
2. Radio

  Keseluruhan sistem gelombang suara yang dipancarkan dan stasiun pemancar dan diterima oleh pesawat penerima di rumah, di mobil, di kapal, dimana saja. Kelemahan radio adalah bahwa ia tidak dapat mendemonstrasikan karena layarnya terletak pada imajinasi pendengar intu sendiri. Namun kelebihannya terletak pada bunyibunyi yang dapat mendorong pembentukan imajinasi itu, yang terdiri dari sound effect, musik, dan kata – kata ( dialog ).

3, Film

  Keseluruhan dari pita celluloid atau sejenisnya yang mengandung gambargambar yang kemudian dapat diproyeksikan pada layar.
4. Televisi

  Media massa yang memancarkan suara dan gambar atau secara mudah dapat disebut dengan radio witlipicture atau movie at home.

  Dari keempat media massa di atas tampaknya televisi adalah yang paling efektif dan efisien dalam kondisi sekarang.

Teknik penyebaran informasi kesehatan pada masyarakat melalui media massa, cetak, dan elektronik
Media cetak

  Dalam komunikasi kesehatan, yang dimaksud dengan media cetak menurut Susilowati (2016) adalah media yang mengutamakan pesan-pesan visual, biasanya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna.

  Yang termasuk media cetak di antaranya adalah booklet, leaflet, flyer (selebaran), flip chart (lembar balik), rubrik atau tulisan pada surat kabar atau majalah, poster, tabloid, dan foto yang mengungkapkan informasi kesehatan.




 
0) agar setiap kelompok dapat bertahan hidup,tumbuh dan berkembang,maka ia harus mempunyai tipe-tipe aktivitas yang pasti dan harus dapat menjaga “sentiment anggota atas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"GIZI SEIMBANG PADA IBU BERSALIN"

DASAR HUKUM DAN ASPEK LEGAL DALAM PELAYANAN KEBIDANAN

UU-NO-4 TENTANG KEBIDANAN