Komunikasi kelompok dalam praktek kebidanan
Kelompok
adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu
sma lain untuk mencapai tujuan bersama,mengenal satu sama lain,dan memandang
mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.kelompok ini misalnya adalah
keluarga,kelompok diskusi,kelompok pemecahan masalahan,atau suatu komite yang
tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.
A. MANFAAT KEGIATAN KELOMPOK
Kegiatan
kelompok di gunakan untuk saling bertukar informasi,menambah
pengetahuan,memperteguh dan mengubah sikap dan prilaku.kelompok menjadi
kerangka rujukan dalam berkomunikasi untuk membentuk dan melaksanakan suatu
kegiatan.berikut ini adalah manfaat dari kegiatan kelompok :
- Memenuhi kebutuhan sosial
- Membentuk konsep diri
- Memberi atau menerima dukungan dan bantuan
- Berbagi dengan orang lain
- Menambah wawasan
- Menambah rasa solidaritas antar anggota kelompok
- Memenuhi kebutuhan sosial
- Membentuk konsep diri
- Memberi atau menerima dukungan dan bantuan
- Berbagi dengan orang lain
- Menambah wawasan
- Menambah rasa solidaritas antar anggota kelompok
B. KLASIFIKASI KELOMPOK
Charles
Horton Cooley mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang
anggota-anggotanya berhubungan akrab,personal dan menyentuh hati dalam asosiasi
dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang
anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab,tidak personal,dan tidak menyentuh
hati kita.kelompok ini di bedakan berdasarkan karakteristik
komunikasinya,sebagai berikut :
-kualitas komunikasi pada kelompok
primer bersifat dalam dan luas
Dalam
artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap
unsur-unsur backstage (prilaku yang kita tampak kan dalam suasana privat saja)
Luas
artinya,sedikit sekali kendala yang menentukan tantangan dan cara
berkomunikasi.
Pada kelompok sekunder komunikasi
bersifat dangkal dan terbatas
- komunikasi pada kelompok primer bersifat personal,sedangkan sekunder non personal.
- komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan dari pada aspek isi,sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya
-komunikasi kelompok primer cendrung sekunder intrumental
- komunikasi kelompok primer cendrung informal,sedangkan kelompok formal
- komunikasi pada kelompok primer bersifat personal,sedangkan sekunder non personal.
- komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan dari pada aspek isi,sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya
-komunikasi kelompok primer cendrung sekunder intrumental
- komunikasi kelompok primer cendrung informal,sedangkan kelompok formal
Menurut homan(195
1. KELOMPOK
KEANGGOTAAN DAN KELOMPOK RUJUKAN
Theodore
Newcomb(1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan
(membership group) dan kelompok rujukan (refence group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota anggota nya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur ( standar ) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Jika menggunakan kelompok tertentu sebagai teladan sebagai mana seharusnya bersikap , kelompok itu menjadi kelompok rujukan positif, dan jika menggunakan sebagai teladan bagaimana seharusnya tidak bersikap,kelompok tertentu tersebut menjadi kelompok rujukan negatif. Kelompok yang terkait dengan kita secara nominal adalah kelompok rujukan kita,sedangkan yang memberikan kepada identitas psikologis adalah kelompok rujukan. Kelompok rujukan akan mempengeruhi prilaku manusia,termaksud prilaku dalam berkomunikasi
(membership group) dan kelompok rujukan (refence group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota anggota nya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur ( standar ) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Jika menggunakan kelompok tertentu sebagai teladan sebagai mana seharusnya bersikap , kelompok itu menjadi kelompok rujukan positif, dan jika menggunakan sebagai teladan bagaimana seharusnya tidak bersikap,kelompok tertentu tersebut menjadi kelompok rujukan negatif. Kelompok yang terkait dengan kita secara nominal adalah kelompok rujukan kita,sedangkan yang memberikan kepada identitas psikologis adalah kelompok rujukan. Kelompok rujukan akan mempengeruhi prilaku manusia,termaksud prilaku dalam berkomunikasi
2. KELOMPOK
DESKRIPTIF DAN KELOMPOK PRESKRIPTIF
John
F. Cragan dan David w. Wright (1980) mebangi kempok menjadi dua yaitu :
Deskriptif
dan Preskriptif. Deskriptif menunjukan
klasifikasi kelompok dengan menlihat proses membentuknya secara
alamiah,sedangkan kategori Preskriptif mengklasifikasikan kelompok menurut
langkah-langkah rasional yang harus di lewati oleh anggota kelompok untuk
mencapai tujuan nya. Kelompok Preskriptif mengacu pada langkah-langkah tujuan
kelompok.
PENGORGANISASIAN
KEGIATAN KELOMPOK
Organisasi
adalah sekelompok yang terlibat dalam suatu sistem,sekelompok orang berkerja
sama untuk mencapai tujuan tertentu.Organisasi adalah tempat orang berkumpul
dan menyaalurkan pendapat dan mempunyai tujuan yang sama melalui suatu proses
penyamaan visi dan misi .
Pengertian
menurut beberapa ahli,Gibson (1982) Pengorganisasian meliputi semua kegiatan
manajerial yang dilakukan untuk mewujudkan kegiatan yang di rencanakan menjadi
suatu struktur tugas,wewenang,dan menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas
tertentu untuk mencapai tugas yang di inginkan organisasi.
Koontz
(1986) mengatakan pengorganisasian adalah penetapan struktur peranan internal
dalam suatu lembaga yang terorganisasi secara formal.pengorganisasian di
artikan sebagai keseluruhan proses untuk memilih orang-orang serta
mengaplikasikan sarana dan pra sarana untuk menunjang tugas-tugas orang itu
dalam organisasi,pengorganisasian di maksud kan mengatur mekanisme kerja
organisasi,sehingga dengan pengaturan tersebut dapat menjamin pencapaian
tujuan. Sedangkan Sagala (2008) mengatakan salah satu prinsif pengorganisasian
adalah terbaginya semua tugas dalam berbagai unsur organisasi secara proporsional,dengan
kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstruktur
kan tugas-tugas kedalam sub-sub atau komponen-komponen organisasi.
F. LANGKAH-LANGKAH PENYELENGGARAAN
KEGIATAN KELOMPOK
1. PERENCANAAN KEGIATAN
untuk mempersiapkan suatu kegiatan kelompok ada 8 pertanyaan inti sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan meliputi :
a. Apa masalah atau topik kegiatan
Berkaitan
dengan pesan yang ingin di sampaikan pada kegiatan kelompok.
b.
Siapa yang menjadi peserta kegiatan
Hal-hal yang perlu di perhatikan berkaitan dengan karakteristik peserta :
-jumlah peserta kegiatan
-latar belakang peserta (usia,tingkat pendidikan,bahasa yang digunakan,budaya atau istiadat masyarakat setempat).
-Pengetahuan peserta tentang masalah yang akan di bahas atau di sampaikan
-Kesanggupan atau kemampuan peserta untuk ikut hadir dalam kegiatan dan hal-hal apakah yang membuat peserta tertarik & bertahan mengikuti kegiatan
-Alasan-alasan peserta untuk mendapatakan informasi atau layanan dari bidan.
Hal-hal yang perlu di perhatikan berkaitan dengan karakteristik peserta :
-jumlah peserta kegiatan
-latar belakang peserta (usia,tingkat pendidikan,bahasa yang digunakan,budaya atau istiadat masyarakat setempat).
-Pengetahuan peserta tentang masalah yang akan di bahas atau di sampaikan
-Kesanggupan atau kemampuan peserta untuk ikut hadir dalam kegiatan dan hal-hal apakah yang membuat peserta tertarik & bertahan mengikuti kegiatan
-Alasan-alasan peserta untuk mendapatakan informasi atau layanan dari bidan.
c. Sasaran Kegiatan
Perubahan yang diharapakan dari peserta setelah mengikuti kegiatan.
Perubahan yang diharapakan dari peserta setelah mengikuti kegiatan.
d. Dimana dan berapa
lama waktu yang di gunakan untuk mencapai sasaran
persiapan yang di perlukan untuk mencapai sasaran dan pertimbangkan perlu pembagian dalam beberapa sesi
persiapan yang di perlukan untuk mencapai sasaran dan pertimbangkan perlu pembagian dalam beberapa sesi
e.
Metode yang sesuai untuk kegiatan.
f. Perlengkapan yang digunakan (alat
bantu visual atau audio)
g. Pertanyaan-pertanyaan atau pencairan
kelompok yang digunakan untuk
memberikan semangatan atau memulai kegiatan.
memberikan semangatan atau memulai kegiatan.
h. Evaluasi efektifisan kegiatan
2. MEMPERSIAPKAN TEMPAT
Meliputi :
Meliputi :
a. Persiapan ruangan
dan perlengkapannya.
b. Persiapan alat tulis,alat bantu visual,materi cetak dalam jumlah yang cukup.
c. Persiapan tempat duduk.
d. Pengeras suara.
e. Melektakkan alat bantu visual pada tempat yang sesuai dengan kebutuhan.
b. Persiapan alat tulis,alat bantu visual,materi cetak dalam jumlah yang cukup.
c. Persiapan tempat duduk.
d. Pengeras suara.
e. Melektakkan alat bantu visual pada tempat yang sesuai dengan kebutuhan.
3.
MELAKSANAKAN KEGIATAN KELOMPOK
Kegiatan kelompok yang baik harus memiliki struktur atau kesinambungan. Oleh karna itu,setiap kegiatan kelompok memiliki bagian sebagai berikut :
a. Pembukaan yang efektif
Pembukaan akan menentukan jalan nya presentasi atau diskusi kelompok.pembukaan dapat membuat sukses atau meninggalkan kegiatan tersebut.Pembukaan yang baik akan menarik perhatian peserta,membina hubungan baik dengan peserta,memperkenalkan topik,tujuan kegiatan dan pentingnya kegiatan untuk peserta dan mengantisipasi kelanjutan presesntasi atau diskusi.pada pembukaan kegiatan lakukan pencairan kelompok dengan menggunakan lelucon-lelucon atau pertanyaan-pertanyaan yang dapat membuat para peserta merasa lebih santai
Kegiatan kelompok yang baik harus memiliki struktur atau kesinambungan. Oleh karna itu,setiap kegiatan kelompok memiliki bagian sebagai berikut :
a. Pembukaan yang efektif
Pembukaan akan menentukan jalan nya presentasi atau diskusi kelompok.pembukaan dapat membuat sukses atau meninggalkan kegiatan tersebut.Pembukaan yang baik akan menarik perhatian peserta,membina hubungan baik dengan peserta,memperkenalkan topik,tujuan kegiatan dan pentingnya kegiatan untuk peserta dan mengantisipasi kelanjutan presesntasi atau diskusi.pada pembukaan kegiatan lakukan pencairan kelompok dengan menggunakan lelucon-lelucon atau pertanyaan-pertanyaan yang dapat membuat para peserta merasa lebih santai
b. Bagian Utama dari
Kegiatan
mencakup informasi-informasi utama yang perlu di berikan selama kegiatan. Bagian ini di organisasikan sebagai sebuah daftar mengenai pokok-pokok utama.setiap pokok ini memliki bukti-bukti yang mendukung seperti fakta-fakta,angka-angka,contoh-contoh,dan rasional-rasional bagi presentasi.selain itu,peragaan,permainan,bermain peran,dan lain-lain.
mencakup informasi-informasi utama yang perlu di berikan selama kegiatan. Bagian ini di organisasikan sebagai sebuah daftar mengenai pokok-pokok utama.setiap pokok ini memliki bukti-bukti yang mendukung seperti fakta-fakta,angka-angka,contoh-contoh,dan rasional-rasional bagi presentasi.selain itu,peragaan,permainan,bermain peran,dan lain-lain.
c. Bagian Penutup
merupakan salah satu bagian terpenting dari keseluruhan kegiatan.sehingga perlu meringkas atau menyatakan kembali pokok terpenting dan berisikan pertanyaan bersifat menguntungkan dimana menjelaskan kepada para peserta tentang penting nya tema kegiatan bagi para peserta.
merupakan salah satu bagian terpenting dari keseluruhan kegiatan.sehingga perlu meringkas atau menyatakan kembali pokok terpenting dan berisikan pertanyaan bersifat menguntungkan dimana menjelaskan kepada para peserta tentang penting nya tema kegiatan bagi para peserta.
4. Mengevaluasi Kegiatan
kelompok
Evaluasi adalah bagian penting dalam sebuah proses komunikasi. Yang penting mengevaluasi kegiatan kelompok adalah waktu melakukan nya dan bagaimana melakukan nya. Mengevaluasi kegiatan kelompok merupakan hal penting karna :
a. Mengetahui kebutuhan para peserta untuk mempersiapkan.
b. Menganalisa kebutuhan para peserta untuk mempersiapkan pembicaraan di masa mendatang.
c. Memperbaiki Pelaksanaan kegiatan dimasa yang akan datang.
d. Mengetahui dampak dari kegiatan kelompok dan menentukan apakah tujuan tercapai.
Evaluasi adalah bagian penting dalam sebuah proses komunikasi. Yang penting mengevaluasi kegiatan kelompok adalah waktu melakukan nya dan bagaimana melakukan nya. Mengevaluasi kegiatan kelompok merupakan hal penting karna :
a. Mengetahui kebutuhan para peserta untuk mempersiapkan.
b. Menganalisa kebutuhan para peserta untuk mempersiapkan pembicaraan di masa mendatang.
c. Memperbaiki Pelaksanaan kegiatan dimasa yang akan datang.
d. Mengetahui dampak dari kegiatan kelompok dan menentukan apakah tujuan tercapai.
G.
MEMBANGUN KELOMPOK
Pengertian :
Membangun tim adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk membangun kerja kelompok dalam suatu organisasi. Pada prinsipnya kita memerlukan kelompok untuk memperbaiki kinerja kelompok yang dimiliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu di pertimbangkan dalam pelaksaan kelompok,antara lain :
1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
2. Pucuk pimpinan yang jarang berpikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok.
3. Terjadi kurang perngertian antar sesama anggota kelompok,tidak ada arahan dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok,sehingga kelompok kehilangan arah kerja.
4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat berkerja sama dalam kelompok.
5. Kurang nya rasa percaya diri antar sesama anggota tim,tidak dapat di capai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktauan akan kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota.
Membangun tim adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk membangun kerja kelompok dalam suatu organisasi. Pada prinsipnya kita memerlukan kelompok untuk memperbaiki kinerja kelompok yang dimiliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu di pertimbangkan dalam pelaksaan kelompok,antara lain :
1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
2. Pucuk pimpinan yang jarang berpikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok.
3. Terjadi kurang perngertian antar sesama anggota kelompok,tidak ada arahan dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok,sehingga kelompok kehilangan arah kerja.
4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat berkerja sama dalam kelompok.
5. Kurang nya rasa percaya diri antar sesama anggota tim,tidak dapat di capai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktauan akan kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota.
H.
STRATEGI
MENGHADAPI KELOMPOK PESERTA YSNG KURANG MENDUKUNG KELANCARAN KEGIATAN
1. Tipe
pasif
Strategi bidan adalah :
- Ajukan pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
- Minta lah mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
- Mintalah menulis komentar atau jawaban pertanyaan
- Berikan inisiatif kecil
- Merubah metode menyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
Strategi bidan adalah :
- Ajukan pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
- Minta lah mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
- Mintalah menulis komentar atau jawaban pertanyaan
- Berikan inisiatif kecil
- Merubah metode menyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
2. Tipe
Agresif
Strategi bidan adalah :
-Ajukan pertanyaan tentang sebab sikap agresif nya
misalnya : “Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?”
-Berikan kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan.
-Jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok,cek dengan kelompok
(Apakah semua orang berpikir seperti ini).
-Presentasikan data
-Prakarsai diskusi secara pribadi.
Strategi bidan adalah :
-Ajukan pertanyaan tentang sebab sikap agresif nya
misalnya : “Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?”
-Berikan kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan.
-Jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok,cek dengan kelompok
(Apakah semua orang berpikir seperti ini).
-Presentasikan data
-Prakarsai diskusi secara pribadi.
3. Tipe
banyak bicara
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
4. Tipe
Pesimis
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
5. Tipe
Pelawak
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.
I.
PERAN
BIDAN SEBAGAI KOMUNIKATOR DALAM KOMUNIKASI KEBIDANAN YANG MENCERMINKAN DALAM
DAYA KASIH KRISTUS
Perawatan kebidanan merupakan bentuk pelayanan
profesional yang diberikan oleh bidan kepada individu,keluarga,masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan,khusus nya pelayanan
kebidanan.Dalam memberikan pelayanan kebidanan ini, peranan komunikasi
antara bidan dengan klien sangat menentukan keberhasilannya dan mutu pelayanan
yang diberikan.
Pada intinya bidan sebagai komunikator harus mampu mentransformasikan proses penyusuaian terhadap klien.sehubungan dengan hal tersebut, maka bidan sebagai komunikator mempunyai peranan dan keharusan sebagai berikut :
Pada intinya bidan sebagai komunikator harus mampu mentransformasikan proses penyusuaian terhadap klien.sehubungan dengan hal tersebut, maka bidan sebagai komunikator mempunyai peranan dan keharusan sebagai berikut :
1.Sebagai
penyampai pesan,seorang bidan harus mempersiapkan pesan yang akan di sampaikan
sebaik-baiknya dan mudah di mengerti oleh klien,sesuai dengan latar belakang
dan kondisi.
2.
Pesan yang telah di siapkan dengan baik, dalam menyampaikan dengan klien dapat dilaksanakan dengan verbal maupun
non verbal. Sikap,penampilan, dan ekspresi klien harus mencerminkan rela
membantu tanpa pamrih.
3.
Jika pesan yang akan di sampaikan akan menimbulkan kegoncangan pada psikologis
klien, dan pesan itu harus di sampaikan, maka bidan harus mempersiapkan klien
sehingga klien betul-betul siap menerima keadaan yang paling buruk.
4.
Setiap menyampaikan pesan,perlu di perhatikan psikologi klien, jangan sampai
pesan yang bersifat rahasia di sampaikan di hadapan klien lain nya.
Komentar
Posting Komentar