KOMUNIKASI
A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan, atau diartikan pula sebagai saling tukar-menukar pendapat. Komunikasi dapat juga diartikan hubungan kontak antar manusia, baik individu maupun kelompok.
Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan, atau diartikan pula sebagai saling tukar-menukar pendapat. Komunikasi dapat juga diartikan hubungan kontak antar manusia, baik individu maupun kelompok.
UNSUR-UNSUR
KOMUNIKASI
Dapat diuraikan
mengenai unsur-unsur komunikasi sebagai berikut:
Sumber
Komunikator
Pesan
Channel
(Saluran)
Feed
Back (umpan balik)
KOMPONEN
KOMPONEN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
Komunikasi
Verbal
Adalah komunikasi yang
menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tertulis. Melalui kata-kata,
perasaan, emosi, pemikiran, gagasan dll bisa di ungkapkan. Bahasa verbal
merupakan sarana utama untuk menyatakan perasaan, pikiran, dan maksud kita.
Komunikasi verbal menyangkut beberapa aspek, yakni: vocabulary (perbendaraan kata), racing
(kecepatan), intonasi suara, humor, singkat dan jelas, timing (waktu).
a. vocabulary
(perbendaraan kata)
komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan
dengan kata-kata yang tidak dimengerti. Olah kata menjadi penting dalam
berkomunikasi verbal ini. Pergaulan, wawasan dan membaca sangat membantu
seseorang dalam memperbanyak vocabulary tersebut.
b. racing (kecepatan)
komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila
kecepatan bicara dapat diattur dengan baik. Kecepatan dalam berkomunikasi yang
baik adalah tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat.
c. Intonasi
suara
Intonasi atau penekanan suara pada saat berkomunikasi
akan mempengaruhi arti pesan secara dramatic sehingga pesan akan menjadi lain
artinya bila di ucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang
tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi. Ras suku dan tempat
kelahiran atau domisili seseorang akan sangat berpengaruh terhadap intonasi
suara saat seseorang tersebut berkomunikasi. Misalnya, orang yang berasal dari
Tapanuli atau Batak, Toraja, Ambon akan berbeda dengan mereka yang berasal dari
Solo, Yogyakarta, atau lainnya dalam berkomunikasi.
d. Humor
Komunikasi yang datar dan kurang berdaya humor
menimbulkan kesan kaku pada seseorang saat berkomunikasi. Komunikasi yang
diselingi dengan humor dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Para ahli
memberikan cacatan bahwa kounikasi dapat merupakan terapi karena dapat
menimbulkan tawa bagi pendengarnya.
e. Singkat
dan Jelas
Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara
jelas dan singkat. Sebaiknya pembicaraan langsung pada pokok pembicaraannya
sehingga lebih mudah untuk dimengerti. Pembicaraan yang bertele-tele dan tak
langsung kepokok permasalahan sering menimbulkan perasaan jenuh dan kadang
tidak menarik. Tetapi, walaupun demikian pada saat-saat tertentu pembicaraan
juga perlu penguraian, memerlukan waktu untuk pemahaman dan mengkondisikan
orang untuk penasaran menantikan kalimat berikutnya. Misalnya, dalam
menyampaikan kabar gembira, pengumuman lomba, menyampaikan hal yang pelik dan
menyedihkan, serta penyampaian pada orang yang dalam keadaan sakit.
f. timing
(waktu)
meminta
kesediaan atau waktu yang khusus dapat menimbulkan kenyamanan dalam
berkomunikasi dibandingkan dengan melakukan komunikasi di tengah kesibukan
seperti pagi hari dan saat waktunya istirahat atau tidur. Dengan menyesuaikan
waktu yang tepat saat menyampaikan informasi atau berkomunikasi orang yang
menerima informasi akan lebih mendengarkan atau memperhatikan apa yang
disampaikan.
Komunikasi
Non Verbal
Adalah komunikasi yang tidak menggunakan bahasa secara langsung.Menurut
Albert Mehrabian psikolog sekaligus pakar komunikasi Amerika menyebutkan bahwa
suara dan gerak tubuh merupakan unsur yang sangat penting dalam berbicara.
Suara gerak tubuh dapat membuat perbedaan besar terhadap isi ucapan yang sama.
Untuk berbicara dengan baik, unsur nonverbal seperti gerak tubuh harus
diterapkan dengan baik. berikut adalah lima unsure non verbal yang sangat
berguna:
1.
Penampilan yang baik
seseorang menilai lawan bicaranya dalam waktu
yang sangat singkat sehingga kita harus memiliki penampilan yang berkesan.
Perhatikan mulai dari gaya rambut begitu juga dengan pakaian. Gunakan pakaian
dengan gaya yang baik dalam setiap pertemuan, wawancara, dan presentasi.
2.
Selalu tersenyum
Senyum
memiliki daya untuk membuat hati yang melihatnya menjadi gembira dan akan
merambat kepada banyak orang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, biasakanlah
diri untuk sering tersenyum.
3.
Pupil mata yang
membesar dan tatapan yang stabil
Mata adalah jendela hati. Lewat mata kita bisa
menyampaikan isi hati dan membaca hati orang lain walaupun tanpa kata-kata.
Biasanya pupil mata akan membesar saat kita merasakan kebaikan lawan bicara dan
mengecil jika tidak. Tatapan yang stabil saat mengobrol juga sama pentingnya.
Siapa yang mau mendengarkan orang yang berbicara dengan mata tidak terfokus
atau menatap keluar pintu dan atap? Pendengar juga perlu merasa bahwa orang
yang sedang berbicara dengannya tertarik kepadanya. Dengan demikian, ia
menyimak ucapan orang tersebut.
4.
Sikap percaya diri
Saat berbicara, tubuh harus tegak dan penuh percaya
diri. Jika anda sudah terbiasa memiliki sikap tubuh yang kurang baik, maka hal
ini harus segera diperbaiki.
5.
Gestur yang tepat
Gestur
tangan memberikan banyak makna bagi lawan bicara. Misalnya, tangan yang
mengepal untuk menunjukkan maksud yang kuat atau tangan yang bergerak kesegala
arah untuk mengarahkan pandangan. Gestur tangan yang baik biasanya
memperlihatkan telapak tangan dan bergerak kedalam keluar. Rajin berlatih di
depan kaca akan membuat anda menemukan gestur yang tepat dan terbiasa
menggunakan nya.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi
pada umumnya ialah kemungkinan berbagai hambatan yang dapat timbul. Oleh karena
itu perlu diketahui hambatan-hambatan tersebut, yaitu:
1. Kebisingan
2. Keadaan
psikologis komunikan
3. Keadaaan
komunikator dan komunikan
4. Kesalahan
penilaian oleh komunikator
5. Kurangnya
pengetahuan komunikator atau komunikan
6. Bahasa
7. Isi
pesan berlebihan
8. Bersifat
satu arah
9. Factor
teknis
10. Kepentingan
atau interest
11. Prasangka
12. Cara
penyajian yang verbalitis atau sebagainya
BENTUK–BENTUK
KOMUNIKASI
Komunikasi dapat kita
golongkan dalam empat jenis yakni komunikasi massa,interpersonal,intrapersonal, dan kelompok.
1. Komunikasi
massa
Komunikasi yang menggunakan media massa. Massa
adalah kumpulan orang-orang yang
hubungan antarsosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu.
Komunikasi massa sangat efisien karena menjangkau daerah yang luas dan audiensi
yang praktis tidak terbatas tapi kurang efektif dalam pembentukan sifat persona
karena tidak dapat langsung diterima oleh massa.
2. Komunikasi
interpersonal
Proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang,
berupa pengolahan informasi melalui panca indra dan system syaraf.
Contoh: berpikir, merenung, menggambar, menulis
sesuatu, dll.
3. Komunikasi
intrapersonal
Kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung
antara seseorang dengan orang lainnya.
Contoh: percakapan tatap muka, korespondensi
(komunikasi melalui surat), percakapan melalui telepon, dll.
4. Komunikasi
kelompok
Komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu.
Kelompok tertentu adalah suatu kumpulan manusia yang mempunyai antar dan antara
hubungan social yang nyata dan memperlihatkan struktur ynag nyata pula.
Bentuk-bentuk
komunikasi kelompok adalah: Ceramah,briefing, penyuluhan, dll.
Komentar
Posting Komentar