Mendengar aktif dan bertanya efektif

 Pengertian Mendengar Aktif 
Mendengar aktif adalah suatu keterampilan dasar kemunikasi bagi bidan untuk menghimpun informasi sebanyaknya untuk menegakkan diagnosa dengan baik dan memberikan umpan balik / merefleksi isi ucapan dan perasaan klien.



Tujuan mendengar aktif 
1. Mendorong klien untuk berbicara. 
 2. Menunjukkan minat dan perhatian kita terhadap klien. 
3. Memberi arahan percakapan terhadap klien. 
4. Meningkatkan kesadaran konselor terhadap perasaan klien. 
5. Untuk memperoleh informasi.
6. Memberi suatu arahan percakapan terhadap klien.
Teknik mendengar aktif 
1. mendengar pasif (diam), dilakukan jika klien sedang menceritakan masalah nya : contohnya mengebu gebu dalam menceritakan masalahnya dengan ekspresi kesal dan sedih, bercerita tidak henti hentinya.
2. Memberi tanda perhatian verbal dan non verbal dilakukan sewaktu klien berbicara panjang tentang peristiwa yang terjadi pada dirinya contohnya hmm,ya, lalu, oh begitu, terus atau sekali mengangguk. 3. Membuka pembicaraan, undang untuk beerbicara ( mengajukan pertanyaan untuk mendalami dan klarifikasi) contohnya mengajukan pertanyaan dilakukan apabila konslor belum puas dengan jawaban yang diberikan klien. 
4. Mendengar aktif, yaitu memberikan umpan balik / refleksi isi ucapan dan perasaan yaitu merangkum, merefleksikan isi ucapan.


Prinsip mendengar aktif 
1. Menerima orang lain apa adanya. 
2. Menghargai perasaan orang lain. 
3. Toleransi terhadap keanehan orang lain, dengan cara konsentrasi pada isi bukan cara bicaranya. 
 4. Perhatian penuh dan terpusat kepada pasien dan pandangan sesekali menatap wajah pasien dalam batas wajar. 
5. Mendengarkan segala sesuatu yang di kemukakan oleh pasien, memperhatikan perasaaan dan perilakunya.
6. Duduk menghadap klien dengan nyaman, menghindari gerakan yang mengangggu. 
7. Melakukan pengulangan / refleksi supaya ada pemahaman.


Faktor penghambat mendengar aktif 
1. Sikap mendengar acuh tak acuh, tidak ada kontak mata. 
2. Kegagalan mengikuti orang lain berbicara (interupsi dini). 
 3. Mulai berbicara cerita anda sendiri (bedakan dengan membuka diri). 
4. Kehilangan pikiran sejenak. 
5. Bereaksi secara impulsive (tuhan ampun deh). 
 6. Memberikan nasehat sangat awal. 
7. Memberikan nilai 8. Mengekspresikan asumsi diri pada pasien.


 Teknik bertanya efektif 
1. Gunakan intonasi suara yang menunjukan perhatian, minat dan keakrapan. Jangan terlalu cepat / lambat atau terlalu keras atau lemah.
2. Gunakan kata kata yang dipahami klien, karna bahasa bahasa ilmiah yang tidak dipahami klien tidak akan bisa terjawab atau bahkan menyebakan salah arti. 
3. Ajukan pertanyaan pertanyaan satu persatu. Jangan mengejukan beberapa pertanyaan sekaligus karna ini tidak efektif 
4. Tunggu jawaban dengan penuh minat jangan memotong biarkan klien menyelesaikan kalimatnya karna pemotongan ditengeh kalimat bisa menimbulkan salah presepsi. 
5. Gunakan kata kata yang mendorong klien untuk tetap bicara (bagaimana ?,dan, lalu,maksudnya?) 6. Bila harus menanyakan hal yang sangat pribadi, jelaskan mengapa hal itu harus ditanya. 
7. Hindari penggunaan tanda “mengapa”karna kemungkinan klien dapat merasa disalahkan.


Manfaat bertanya efektif
  1. Membuat orang yang anda ajak bicara memahami / mencoba memahami.
  2. Mendorong seseorang untuk cerita seperti dialami benar benar. 
  3. Memperjelas pecakapan antara anda sebagai pendengar dan pembicara.
  4. Memberikan penjelasan untuk menceritakan hal hal yang ingin diceritakannya. 
  5. Mecegah pembuatan kesimpulan secera terburu buru.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

"GIZI SEIMBANG PADA IBU BERSALIN"

DASAR HUKUM DAN ASPEK LEGAL DALAM PELAYANAN KEBIDANAN

UU-NO-4 TENTANG KEBIDANAN